Patroli Kebhinekaan Hangatkan Malam Takbir Gunungkidul

302
Wakapolres bersama bupati dan tokoh agama melakukan patroli kebhinekaan di Gunungkidul, Kamis (31/8/2017). (st aryana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ada pemandangan berbeda pada malam takbir jelang perayaan Idul Adha di Kabupaten Gunungkidul, tahun ini. Polres Gunungkidul dan tokoh lintas agama menyambangi sejumlah masjid tempat berkumpulnya umat islam yang sedang melaksanakan takbir malam Idul Adha, Kamis (31/8/2017) malam.

Kegiatan mengajak seluruh masyarakat merawat keberagaman Indonesia ini bertajuk Patroli Kebhinekaan yang digagas Polres dan tokoh lintas agama di Gunungkidul. Selain menjadi ajang silaturahmi, patroli kebhinekaan menjadi ruang masyarakat untuk semakin terampil merawat kerukunan ditengah kemajemukan.

“Ini bagian dari kegiatan memelihara kerukunan lintas agama dan kepercayaan di tengah masyarakat. Kerukunan masyarakat harus diwujudkan semua pihak,” kata Wakapolres Gunungkidul, Kompol Verena Sri Wahyuningsih memimpin Patroli Kebhinekaan bersama Bupati Gunungkidul Badingah.

Wakapolres perempuan pertama di Gunungkidul dan rombongan untuk patroli kebhinekaan wilayah Paliyan, Saptosari, Tanjungsari, memperkenalkan anggota rombongan yang mendampingi kepada setiap takmir masjid yang disambangi mulai dari ormas Nahdatul Ulama yang diwakili GP Ansor, ormas kepemudaan kristen, katolik, hindu, budha, Forum Lintas Iman, FKUB, Kodim 0730, Pemuda Pancasila, hingga perwakilan dari organisasi Satkom juga Muhamadiyah.

Bersama pendeta GKJ Kemadang dan komisioner FKUB Gunungkidul Cristiono Riyadi, Wakapolres mengingatkan koordinasi takmir masjid dengan personil Babinkamtibmas di setiap desa yang ditugaskan Polri dalam mewujudkan kerukunan dan toleransi berjalan lebih baik.

Keadaan tak kalah hangat terlihat di tim lain yang bergerak untuk wilayah Semanu, Ponjong, hingga Rongkop. Dipimpin Romo Sapto Nugraha Pr dan Ketua Lesbumi NU Aminudin Aziz rombongan terdiri dari perwira dan bintara polri, lintas ormas kepemudaan mendapat sambutan hangat takmir masjid ditengah pengajian malam Idul Adha. Rohaniwan gereja paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari tersebut berkesempatan berdialog dengan umat islam yang memadati setiap masjid.

“Kegiatan sapa aruh bersama Forum Lintas Iman Gunungkidul sebagai gerakan moral mengembalikan nilai tradisi yang mulai memudar. Malam ini disambut baik Polres Gunungkidul dengan patroli kebhinekaan. Ini menjadi kerja kolaborasi dalam memperkuat persaudaraan,” kata Romo Sapto didampingi Bayu Pratama umat Hindu di Gunungkidul.

Romo mengingatkan, nilai pancasila dan kebhinekaan didalamnya tersirat silaturahmi yang menjadi kunci mendasar sekaligus kekuatan dalam pembangunan bangsa bisa berjalan baik. Romo juga menyampaikan, saat ini gereja dan seluruh kelompok agama menaruh perhatian besar kepada permasalahan umum yang terjadi ditengah masyarakat.

Demikian halnya dengan Gereja yang tak henti-hentinya mendorong umatnya agar makin terampil membuka ruang dialog antar umat beragama serta bekerja sama mewujudkan kebaikan ditengah masyarakat. (yve)