PDAM Tirta Merapi Sesuaikan Biaya Pasang Jaringan Baru

1472

KORANBERNAS.ID — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Merapi Kabupaten Klaten menerbitkan aturan biaya pasang baru jaringan di tahun 2018. Pada aturan baru yang berlaku sejak Januari itu disebutkan besarnya biaya pasang jaringan baru sebesar Rp 1,5 juta.

“Yang naik biaya pasang jaringan baru. Tarif airnya tidak,” kata FX Budi Usmanto, Kabag Umum dan Humas PDAM Tirta Merapi, Kamis (15/03/2018).

Didampingi staf kehumasan Ernawati lebih jauh Budi Usmanto menjelaskan pembayaran biaya pasang jaringan bisa dilakukan secara cash (tunai) dan bisa juga dicicil dengan uang muka 50 persen dari tarif. Sedangkan sisanya bisa diangsur 5 kali.

Kenaikan biaya tersebut dilatarbelakangi kenaikan harga material di pasaran. Sebagai contoh, dalam satu sambungan rumah (SR) terdiri dari beberapa item material.

Baca Juga :  Keliru, Anggap Nilai UNBK Tak Penting

Ada pipa, meteran, upah tukang dan lain sebagainya. Item-item itu ada yang naik signifikan dan ada juga yang tidak naik.

“Biaya Rp 1,5 juta itu sesuai standar di PDAM yakni berjarak 6 meter dari jaringan yang sudah ada. Lebih dari itu tentu biayanya beda lagi. Semuanya berdasarkan survei dan perhitungan,” jelas Budi.

Sebelumnya, warga di Desa Glodokan Kecamatan Klaten Selatan mempertanyakan pemberlakuan tarif baru pemasangan jaringan PDAM di tahun 2018. Warga mempertanyakan itu karena ingin pasang jaringan baru.

“Informasi dari teman-teman bahwa biaya pasang jaringan baru  naik. Padahal saya mau jadi pelanggan. Selama ini saya pakai air dari sumur,” ujar Agus Haryadi, warga Glodokan. (sol)

Baca Juga :  Ingin Janggel Jagung Bernilai Ekonomis? Ini Salah Satu Caranya