Pedagang Menjual Beras dengan Harga Lebih Tinggi

337
Marini, pedagang beras dan kebutuhan pokok Pasar Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS. ID — Harga beras di pasar tradisional Klaten terus melambung dalam sepekan terakhir. Pedagang mengaku menjual harga beras lebih tinggi karena hasil panenan sepi.

Beberapa pedagang beras di Pasar Klaten mengatakan saat ini harga beras jenis C4 dijual Rp 9.500 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 9.000 per kilogram.

Ya benar. Ada kenaikan Rp 500 per kilogram. Sedangkan jenis mentik wangi sudah mencapai Rp 11 ribu per kilogram,” kata Ny Marini, seorang pedagang di Pasar Klaten, Senin (13/11/2017).

Warga Desa Tambong Wetan Kecamatan Kalikotes itu menambahkan, kenaikan harga beras juga terjadi di tempat lain. Namun sebagai pedagang dirinya hanya bisa mengikuti keadaan.

Selain beras, kenaikan terjadi pula pada komoditas bawang merah, bawang putih. Bawang merah,  kata dia, naik dari Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 25 ribu per kilogram dan bawang putih naik dari Rp 18 ribu per kilogram menjadi Rp 22 ribu per kilogram.

Sedangkan telur ayam relatif stabil pada harga Rp 19 ribu per kilogram dan minyak goreng kemasan Rp 11 ribu per liter. “Semua barang dagangan ini dari Pasar Legi Solo, kecuali beras,” ujarnya.

Senada, pedagang beras di Pasar Srago Mojayan, Ny Yuni, ditemui di kiosnya mengatakan kenaikan harga beras sudah terjadi sepekan ini karena panen sedikit. “Barangnya tidak ada, harganya  naik,” kata warga  Ngupit Ngawen itu.

Kepala Unit  Pasar Klaten, Badaruddin, mengatakan pihaknya sesuai tugas pokok dan fungsi secara rutin melaporkan situasi harga kebutuhan pokok ke Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM. (sol)