Pedagang Menolak Rencana Kenaikan Retribusi 1.000 Persen

219
Suasana Kios A Pasar Tumenggungan yang menghadap Jalan  Pahlawan Kebumen, Selasa (09/01/2018). Retribusi pelayana diusulkan naik  1.000 persen. (nanang  wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pedagang pasar tradisional atau pasar rakyat   yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebumen menolak rencana  kenaikan retribusi  pelayanan pasar  yang  mencapai  1.000 persen.

Mereka setuju dengan rencana  kenaikan retribusi,  tetapi  besarnya 10 persen  sampai  100 persen, dari retribusi yang berlaku sejak tahun 2011.

Pedagang menyatakan penolakan itu pada rapat dengar pendapat  yang diselenggarakan Panitia Khusus (Pansus) I dan Pansus II DPRD Kabupaten Kebumen, Selasa (09/01/2018).

Rapat dengar pendapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten  Kebumen, Miftaful Ulum didampingi Ketua  Pansus I Suhartono dan  Ketua Pansus  II, Aksin, membahas  Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat dan Raperda Retribusi Pelayanan Pasar.

Miftaful Ulum menegaskan, semangat kenaikan retribusi  pelayanan pasar tidak semata-mata untuk menambah pendapatan  asli daerah Kabupaten Kebumen.

Ada semangat lain, yaitu membangun sarana dan prasarana pasar yang lebih baik. Pedagang berhak atas pelayanan yang lebih baik, tapi  kewajiban membayar retribusi yang akan disesuaikan.

Baca Juga :  Hujan Abu Selimuti Bantul

Sikap yang hampir sama dikatakan beberapa anggota Pansus II yang membahas Raperda Retribusi Pelayanan Pasar. Ketua Pansus II, Aksin, dan Sekretaris  Pansus II, Muhsinun SH, mengatakan   pansus  II setuju rencana kenaikan retribusi pelayanan pasar. Namun besarnya perlu ada finalisasi, tidak harus sama dengan jumlah yang diusulkan eksekutif dalam raperda itu.

Pedagang Pasar Bocor di Kecamatan Buluspesantren Kebumen setuju rencana kenaikan  retribusi, namun besarnya paling tinggi 10 persen. Pedagang Pasar Tumenggungan Kebumen juga setuju rencana kenaikan retribusi asalkan tidak  sampai 1.000 persen.  Kenaikan paling tinggi 100 persen dari retribusi yang berlaku sekarang.

Sepi

Kondisi pasar yang relatif sepi, becek, panas dan kotor menjadi alasan pedagang menolak rencana kenaikan retribusi besar.  Pendapat yang sama dikatakan beberapa anggota Pansus II setelah melakukan kunjungan ke sejumlah pasar rakyat di Kebumen.

Ada seorang pedagang, Roni, pedagang Pasar Demangsari Kecamatan Ayah Kebumen, tidak hanya menyalahkan pengelola pasar jika pasar kotor.

Baca Juga :  Organda-Dishub Ingin Kembangkan Angkutan Umum Satu Tarif

Masih ada oknum pedagang yang membuang sampah sembarangan, dengan alasan ada petugas kebersihan. Perilaku ini harus diubah,   agar pasar bersih, sehingga  masyarakat tertarik berbelanja di pasar rakyat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebumen, Drs Tri Waluyo Nugroho, merasa aneh jika retribusi pedagang yang menghuni kios A di pasar rakyat Tipe A, Pasar Tumenggungan Kebumen besarnya hanya Rp 200 per meter persegi per hari. Usulan rencana kenaikan Rp 1.000 per meter persegi per hari.

Anggota yang juga Wakil Ketua  Pansus II, Danang Adinugroho,  menemukan hal  aneh terkait penetapan retribusi yang berlaku sekarang di Pasar Tumenggungan Kebumen.

Pedagang  yang menghuni kios A dengan luas 16 meter persegi membayar retribusi Rp 40.000 per bulan atau hanya Rp 83 per meter persegi per hari. Pedagang lain dengan luas hanya 4 meter persegi retribusinya per bulan Rp 25.000. (sol)