Pedagang Minta Direlokasi Dekat Pasar

162
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Didik Sudiarto, saat sosialisasi pembangunan Pasar Tanjung Juwiring di aula Panti Asuhan DesaKnaiban Juwiring. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS. ID — Para pedagang Pasar Tanjung Kecamatan Juwiring Klaten meminta Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM merelokasi mereka ke pasar darurat yang letaknya berdekatan dengan Pasar Tanjung.

“Tadi sudah disampaikan oleh perwakilan Dinas Perdagangan, ┬álokasi pasar darurat ada dua alternatif. Pertama di kebun warga dan kedua di bekas SD,” kata sejumlah pedagang usai sosialisasi pembangunan Pasar Tanjung di aula Panti Asuhan Desa Knaiban Juwiring, Rabu (06/06/2018) sore.

Namun permasalahan di lapangan, di kebun warga belum ada kesepakatan dengan pemilik kebun. Sedangkan di bekas SD lokasinya cukup jauh dengan pasar.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tanjung, Danang Sujatmiko, mengakui pemilik kebun ada yang belum deal soal rencana pembangunan pasar darurat tersebut.

Dia berharap agar lokasi pasar darurat tidak jauh dari pasar Tanjung yang akan dibangun. “Kebun yang rencananya mau dibangun pasar darurat itu milik tiga warga, namun seorang di antaranya belum deal. Mudah-mudahan warga mengizinkan. Di bekas SD lokasinya cukup jauh sekitar 500 meter dari pasar Tanjung,” harapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Pasar Tanjung, Hery Susilo, mengatakan sedianya pasar Tanjung dibangun tahun 2017 namun karena waktu yang terlalu singkat maka pembangunannya dilaksanakan tahun ini.

Jika proses lelang pembangunan Pasar Tanjung lancar dijadwalkan pembangunan sesegera mungkin dan ditargetkan selesai Desember.

Paling lambat 25 Juni para pedagang harus sudah mengosongkan pasar. “Paling lambat 25 Juni sudah harus dikosongkan,” kata Hery Susilo yang juga Kepala UPTD Pasar wilayah Jogonalan itu.

Hery menambahkan konstruksi pasar Tanjung yang akan dibangun meliputi 94 unit kios dengan rangka baja ringan. Berlantai satu dengan kios ukuran 3×3 meter. Lantai dua hanya untuk kantor pengelola pasar. Pagu anggaran pembangunan Rp 6 hingga 7 miliar.

Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Didik Sudiarto, menjelaskan setelah Pasar Tanjung selesai dibangun akhir 2018, para pedagang yang akan menempati tidak dipungut biaya.

“Pembangunan pasar ini program pemerintah kabupaten. Jadi besok kalau pasarnya sudah selesai dibangun, Bapak dan Ibu pedagang sekalian menempati secara cuma-cuma alias gratis,” jelas Didik.

Sosialisasi pembangunan Pasar Tanjung Desa Bolopleret Juwiring dihadiri Plt Camat Juwiring Totok Suwarto, Muspika Juwiring, Kepala Desa Bolopleret, Ketua RT dan RW di sekitar Pasar Tanjung, Kepala UPTD Pasar Wilayah Delanggu Sigit Harjoko, Kepala Unit Pasar Tanjung Sri Mulyani dan jajarannya. (sol)