Pedagang Pasar Delanggu Merasa Dibohongi

164

KORANBERNAS.ID — Paguyuban Pedagang Pasar Delanggu (P3D) Klaten meminta Pemerintah Desa (Pemdes) Delanggu untuk komitmen pada rencana awal relokasi pedagang di Jalan Pabrik Karung sekitar Lapangan Merdeka Delanggu.

Permintaan itu disampaikan P3D melalui suratnya tertanggal 8 Januari 2018. Surat itu dilayangkan karena P3D menilai Pemdes Delanggu sudah tidak komitmen karena tidak pernah lagi mengajaknya berkoordinasi tentang rencana relokasi pedagang.

Padahal ketika ada wacana relokasi pedagang itu, Pemdes Delanggu telah menawarkan pedagang untuk direlokasi ke tempat baru agar kawasan di sekitar lapangan merdeka tidak kumuh.

“Kami dibohongi terus. Pemerintah desa tidak pernah ngajak kami rembukan,” kata Sugeng Prayitnp, Ketua P3D, Senin (12/3/2018).

Namun kenyataannya, lebih 2 bulan surat itu tidak ada tanggapan dari Pemdes Delanggu Padahal P3D menunggu jawaban paling lambat 10 hari setelah tanggal terima surat tersebut.

Baca Juga :  KPU dan Bawaslu Jaga Marwah Pilkada

Sugeng menambahkan, P3D merupakan paguyuban para pedagang yang berjualan di jalan bekas pabrik karung. Jumlah pedagang tersebut sekitar 250-an orang. Para pedagang itu dulunya adalah bekas pedagang Pasar Delanggu yang menolak memempati bangunan pasar di pinggir Jalan Raya Jogja-Solo yang dibangun investor PT Karsa Bayu Bangun Perkasa (KBBP) tahub 2007.

Para pedagang itu berjualan diatas trotoar dipinggir jalan setiap hari. Mereka tidak dikenai retribusi oleh pemerintah dan sudah beraktivitas disana selama 11 tahun.

Senada dikemukakan Sekretaris P3D Andrian Yusuf Ismail. Menurut dia, tidak adanya komitmen Pemdes Delanggu telah membuat pedagang di sekitar lapangan Merdeka resah. Apalagi beredar isu yang tidak jelas di kalangan pedagang. “Isu di kalangan pedagang bahwa mereka akan di relokasi ke tempat yang baru sebelum lebaran. Padahal sampai sekarang tempatnya belum ada,” kata Andrian.

Baca Juga :  Prof. Dawam Rahardjo Wafat, UP 45 Merasa Kehilangan

Ditempat terpisah, Kepala Desa Delanggu Mulyono menjelaskan bahwa pada dasarnya pihaknya tetap komitmen untuk merelokasi pedagang di sekitar lapangan Merdeka ke tempat yang baru di selatan SMP Delanggu. Namun prosesnya terhambat dana.

“Pematangan lahan dan pembangunan jembatan masuk lokasi sudah dilaksanakan tahun 2017 dengan dana desa dan bantuan keuangan. Total anggaran yang sudah terserap sekitar Rp 1 Miliar,” kata Mulyono.

Pada tahun ini ujarnya, akan dialokasikan lagi dana desa sekitar Rp 560 juta untuk membangun 2 los. “Kalau sampai rampung ada 7 los yang dibangun disana dengan total dana keseluruhan sekitar Rp 2,1 Miliar untuk bangun 7 unit los, kios, mushola dan MCK. Target kami dengan dana desa bisa selesai membangun selama 3 tahun. Tetapi kalau ada bantuan keuangan mungkin bisa selesai sebelum 3 tahun,” jelas Mulyono. (yve)