Pedagang Pilih Berjualan di Trotoar

95
Pedagang tetap berjualan di sepanjang Jalan Pabrik Karung Delanggu. Belum ada kepastian kapan mereka direlokasi. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ratusan pedagang yang sehari-hari berjualan di Jalan Pabrik Karung Delanggu tetap berjualan seperti biasa di tempatnya.

Hingga saat ini kepastian kapan mereka akan direlokasi ke tempat yang baru belum jelas. Bahkan di tempat yang baru di depan SMP 1 Delanggu juga belum ada kios atau los tempat berjualan.

Ditemui di tempatnya berjualan, para pedagang mengatakan belum mengetahui kapan dipindah. Sebab belum ada informasi dari pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Delanggu (P3D) sebagai wadah mereka.

“Sampai sekarang belum ada informasi, Mas. Jadi kapan dipindah ya belum jelas. Intinya kalau dipindah kan sudah ada tempat kami berjualan. Lha ini tempatnya saja belum ada,” kata Yono, salah seorang pedagang Jalan Pabrik Karung Delanggu, Senin (30/07/2018).

Lokasi pasar yang direncanakan sebagai tempat berjualan pedagang. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Senada dikemukakan Yuni, pedagang lainnya. Kepada koranbernas.id, dia mengaku tetap berjualan seperti biasa di sekitar lapangan Merdeka Delanggu Jalan Pabrik Karung,  karena informasi rencana kepindahan ke tempat baru masih simpang siur.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Beri Bantuan Delapan Ton Roti

Pedagang yang berjualan di Jalan Pabrik Karung Delanggu merupakan mantan pedagang Pasar Delanggu yang menolak kembali berjualan di Pasar Delanggu yang dibangun investor PT Karsa Bayu Bangun Perkasa (KBP) tahun 2007.

Mereka menolak kembali berjualan di Pasar Delanggu karena harga jual kios dan los yang ditawarkan investor terlalu mahal.

Konstruksi pasar yang disinyalir bermasalah karena sempat abrol pada saat dibangun dan bangunan pasar pernah di laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh P3D tahun 2009.

Karena adanya beberapa permasalahan itulah mereka menolak kembali berjualan di Pasar Delanggu dan memilih berjualan di atas trotoar sepanjang Jalan Pabrik Karung Desa Delanggu.

Kehadiran para pedagang itu ternyata mengundang keprihatinan dari Pemerintah Desa Delanggu. Pada 2017, Pemdes Delanggu merencanakan membangun tempat di atas tanah kas desa di depan SMP 1 Delanggu yang berjarak sekitar 500 meter dari tempat pedagang berjualan.

Baca Juga :  Pemkab Yakin Pasar Tradisional Tetap Didatangi Warga. Asalkan….

Namun lagi-lagi terkendala dana karena Pemdes Delanggu belum bisa mendirikan tempat. Padahal awalnya, Pemdes Delanggu berencana membangun los di tempat yang baru agar pedagang bisa berjualan sebelum lebaran silam.

Langkah pertama yang telah dilakukan yakni membangun jembatan ke lokasi yang baru, pematangan lahan dan membangun talud di sisi barat lokasi. Namun pembangunan los tahap pertama tidak bisa dilakukan karena terganjal dana.

Kepala Desa Delanggu Mulyono dan Ketua P3D Sugeng Priyanto belum bisa dikonfirmasi terkait  pertanyaan para pedagang. (sol)