Pedagang Tak Perlu Setor Uang ke Mantri Pasar

186

KORANBERNAS.ID – Berbagai terobosan dilakukan oleh Bank BPD DIY. Menyusul layanan e-Posti yang diluncurkan Sri Sultan Hamengku Buwono X beberapa waktu silam, kini bank milik Pemerintah DIY itu menyusun layanan pembayaran retribusi pasar secara online.

“Kami sedang susun e-retribusi sehingga pedagang pasar tidak perlu setor uang tunai ke mantri pasar,” ungkap Bambang Setiawan, Direktur Utama (Dirut) Bank BPD DIY, Kamis (05/10/2017), pada Konferensi Pers Konser Akbar Undian Tabungan Sutera Bank BPD DIY tahun 2017, Kamis (05/10/2017) di The Alana Convention Center.

Menurut dia, bank yang dipimpinnya itu sudah banyak memiliki layanan perbankan bahkan untuk ukuran sekelas BPD tergolong paling lengkap. Contoh, melalui layanan e-Posti pembayar pajak tahunan kendaraan bermotor bisa langsung cetak validasi STNK di ruang ATM, full, tanpa bertemu petugas.

Baca Juga :  Bayar Kos Kini Bisa Lewat Aplikasi

Layanan ini yang pertama di Indonesia. Selain itu, pihaknya juga mengembangkan e-Rusunawa maupun memberikan dukungan bagi terwujudnya Jogja Smart City.

Apalagi, perkembangan Bank BPD DIY sangat pesat. Dana Pihak Ketiga (DPK) posisi September 2017 mencapai Rp 8,4 triliun, naik Rp 907 miliar atau 12,17 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu sebesar Rp 7,5 triliun.

Posisi tabungan  pada September 2017 Rp 4,6 triliun, naik Rp 385 miliar atau 9 persen dibanding September 2016 sebesar Rp 4,3 triliun. Tabungan ini bahkan tercatat mendominasi DPK Bank BPD DIY.

Adapun aset bank tersebut pada posisi September 2017 sebesar Rp 10,4 triliun, naik 7 persen dibanding Desember 2016 yang tercatat sebesar Rp 9,7 triliun.

Baca Juga :  24 Persen Penduduk Menjalani Perilaku Sedentari Lebih dari 6 Jam Perhari

Kredit pembiayaan yang disalurkan hingga September 2017 mencapai Rp 6,4 triliun atau naik 8 persen dibanding posisi Desember 2016 yang tercatat sebesar Rp 5,9 triliun.

Sedangkan pencapaian laba hingga September 2017 sebesar Rp 228 miliar. Jumlah ini telah melampaui target anggaran 2017.

Bambang Setiawan menambahkan, dalam upaya memenangkan persaingan di era ekonomi digital, pihaknya sudah merancang berbagai layanan sejak 2017 hingga ke depan sampai 2025. (sol)