Pedagang Tolak Tempati Pasar Darurat

Terlalu Kecil Tak Muat Tampung Barang Dagangan

116
Sejumlah pedagang Pasar Tanjung Juwiring berjualan di pinggir jalan kampung di dekat pasar darurat. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sejumlah pedagang Pasar Tanjung Juwiring menolak menempati kios di pasar darurat yang dibangun Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Klaten. Para pedagang beralasan ukuran kios terlalu kecil dan tidak muat untuk menampung barang dagangan.

Sebagai alternatif, para pedagang menyewa tempat di rumah warga walau harus merogoh uang sendiri. “Ukurannya kecil sekali. Untuk menampung barang dagangan saja tidak muat. Belum lagi kalau saya jualan di dalam kios,” kata beberapa pedagang kepada koran ini, Jumat (13/07/2018).

Para pedagang pasar Tanjung direlokasi ke pasar darurat pada Minggu (7/7) silam. Namun pasar darurat yang dibangun tidak bisa menampung semua pedagang.

Ada pedagang yang bersedia menempati kios di pasar darurat, ada pula yang berjualan di rumah warga dengan menyewa. Selebihnya, memilih berjualan di pinggir jalan kampung atau di rumah sendiri.

Baca Juga :  Jelang Puncak Ibadah Haji, Mekkah Makin Padat

Informasi yang dihimpun, pasar darurat dibangun CV Indo Mataram dengan anggaran Rp 178,5 juta. Artinya pembangunan pasar darurat selesai sehari sebelum pedagang direlokasi.

Namun yang menjadi pertanyaan sejumlah pedagang adalah kios yang dibangun sesuai dengan gambar dan perencanaan atau tidak.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan pasar darurat Tanjung Juwiring, Joko Purnomo, belum bisa dikonfirmasi terkait pertanyaan pedagang tersebut. (sol)