Pedagang Tolak Tempati Pasar Darurat

70

KORANBERNAS.ID — Para pedagang Pasar Tegalgondo Wonosari Klaten menolak menempati pasar darurat yang dibangun di lapangan Desa Tegalgondo. Mereka beralasan pasar darurat tersebut tidak representatif dan sudah rusak sebelum ditempati.

Akibatnya, pedagang banyak yang menyewa tempat untuk berjualan, membawa pulang dagangannya dan pindah berjualan di bagian dalam pasar.

Saat ditemui di lokasi pasar darurat, sejumlah pedagang mengatakan pasar darurat selesai dibangun sebelum lebaran. Dan para pedagang kios diminta segera pindah karena kios lama akan dibongkar.

“Ada 30 kios darurat yang dibangun tapi cuma separuh yang ditempati. Yang lain pilih sewa tempat dan jualan didalam pasar,” kata seorang pedagang, Senin (25/06/2018).

Para pedagang mengaku tidak mau menempati pasar darurat karena ukurannya kecil dan sudah rusak. Bahkan ada dinding dan pintunya sudah jebol.

Baca Juga :  Erick Thohir Harus Rangkul Kaum Muda Milenial

“Pedagang bumbon pasti butuh meja untuk jualan. Lha sekarang dengan ukuran sekecil itu terus dikasih meja ya tidak muat untuk berjualan,” jelasnya.

Meski harus merogoh saku untuk menyewa tempat berjualan selama pembangunan Pasar Tegalgondo namun para pedagang mengaku tidak apa-apa karena sifatnya hanya sementara. Setelah melihat bangunan pasar darurat mereka mengaku kecewa.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tegalgondo, Alimin, ditemui di kediamannya mengaku pedagang direlokasi ke pasar darurat sebelum lebaran. Ada yang pindah ke pasar darurat, sewa tempat atau dibawa pulang dagangannya.

“Saya ada yang dibawa pulang dan ada yang jualan di sana. Pokoknya tetap bisa jualan. Yang tinggal di sana pakan burung dan pakan ikan. Alat-alat listrik dibawa pulang dan dijual di rumah saja,” ujarnya.

Baca Juga :  Menikmati Indahnya Kampung Flory

Bangunan pasar darurat Tegalgondo didirikan di lapangan Desa Tegalgondo tepatnya di belakang pasar. Bangunan pasar beratap seng dan dinding triplek itu berlantai semen dengan anggaran Rp 60 juta.

Banyak bangunan pasar darurat yang kosong karena tidak ditempati pemiliknya.

Seperti diberitakan, Pemkab Klaten tahun ini membangun 30 unit kios di Pasar Tegalgondo dengan anggaran Rp 1,89 miliar. Pembangunan yang ditargetkan selesai 26 November sempat tertunda pelaksanaannya karena pedagang belum direlokasi.

Untuk mengejar keterlambatan itu Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM membangun pasar darurat dan sebelum lebaran pedagang telah direlokasi. (sol)