Pedagang Tunggu Kejelasan Status Bangunan Pasar

47
Satu diantara belasan pedagang yang memilih tetap berjualan di Pasar 3 lantai Klaten. (Massal Gurusinga/koranbernas.id)  

KORANBERNAS.ID–Belasan pedagang Pasar 3 lantai Klaten memilih tetap berjualan di pasar meski status bangunan pasar belum jelas pasca berakhirnya MoU dengan pihak investor PT Inti Griya pada April 2018 lalu.

Belum jelasnya status bangunan tersebut dikarenakan hasil uji kelayakan dari pihak UGM Yogyakarta belum juga turun. Padahal bangunan tersebut telah berusia lebih dari 25 tahun.

“Bangunan pasar ini dibangun tahun 1993. Artinya bangunan ini sudah berumur lebih dari 25 tahun. April 2018 lalu kontrak investor dengan pemda sudah berakhir dan investor telah menyerahkannya ke pemda,” kata beberapa pedagang sast ditemui di Pasar 3 Lantai Klaten, Senin (01/10/2018).

sumiyati, pedagang besek di Pasar 3 lantai mengatakan meski pihak investor telah menYerahkan bangunan pasar ke Pemkab Klaten, dirinya belum tahu proses selanjutnya.

Dia mengaku memperoleh informasi, jika Pemkab Klaten masih melakukan uji kelayakan bangunan.

Baca Juga :  Ada Fashion Show Kostum Sampah di Acara FKH

Sambil menunggu hasil uji kelayakan bangunan dan arahan lebih lanjut dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Sumiyati mengaku tetap berjualan seperti biasa di Pasar 3 Lantai.

Senada dikemukakan Yanti, pedagang pakaian. Menurut dia, meski hasil uji kelayakan bangunan belum diketahui, dia tetap berjualan seperti pedagang lainnya.

“Di rumah juga tidak kegiatan. Ya tetap jualan di pasar mencari rezeki. Banyak teman dan bisa cari rezeki,”jelas warga Srago itu.

Yanti dan Sumiyati mengakui berjualan di Pasar 3 lantai memang butuh kesabaran. Sebab kondisinya yang sepi dan pedagang juga hanya beberapa orang saja. Berbeda dengan kondisi di lantai 1 dan lantai 2 yang jumlah pedagangnya banyak dan pembeli juga ramai.

“Beda dengan yang jualan di lantai 1 dan lantai 2 mas. Di sana selalu ramai. Pedagang yang berjualan itu-itu saja. Pembeli juga sepi. Tapi tidak apa-apa, tetap disyukuri,” kata mereka.

Baca Juga :  Pedagang Memilih Bertahan Sampai 2023

Pengamatan di lapangan, jumlah pedagang yang setiap hari berjualan di Pasar 3 lantai tepatnya di belakang Matahari Plasa hanya belasan orang saja. Ada yang berjualan besek, keramik, pakaian, tukang patri,emas dan pedagang makanan dan minunan.

Belasan tahun lalu kondisi Pasar 3 lantai dipenuhi pedagang, karena penjual daging juga ditempatkan di sana. Nanun karena lambat laun sepi pembeli, akhirnya pedagang daging memilih berjualan di bawah. Begitu juga dengan pedagang sayur-sayuran.

Praktis sepeninggal pedagang daging dan sayur, kondisi Pasar 3 lantai sepi dan hanya ditempati belasan pedagang saja.

Pada tahun 2008 lalu, Kantor Pengelola Pasar Kabupaten Klaten membuat terobosan untuk menghidupkan Pasar 3 lantai dengan menjadikannya pasar kerajinan. Namun lagi-lagi program ini gagal. Usia pasar kerajinan hanya 2 bulan. (SM)