Pedagang Tuntut Pembangunan Pasar Transparan

175
Kondisi kios Pasar Tanjung Kecamatan Juwiring Klaten. Pemkab Klaten akan membangun pasar tersebut tahun ini dengan anggaran Rp 6,7 miliar. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Para pedagang Pasar Tanjung Kecamatan Juwiring Klaten menuntut proses pembangunan pasar tahun ini lebih transparan, agar tidak mengundang tanda tanya. Hingga kini proses sosialisasi rencana pembangunan belum pernah ada.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tanjung, Didit Kristanto, saat ditemui di tempatnya berjualan, Selasa (10/04/2018), mengatakan informasi rencana pembangunan pasar memang sudah didengar pedagang.

Namun kepastian pasar kapan dibangun belum diketahui. “Informasinya sudah. Tapi sosialisasi belum pernah ada,” kata Didit yang sehari-hari berjualan daging.

Karena sudah memasuki bulan April dan sebentar lagi bulan Ramadan dan lebaran maka rencana pembangunan pasar hendaknya segera disosialisasikan.

Beberapa pedagang mengatakan seandainya proses pembangunan dilaksanakan dalam waktu dekat mereka juga belum tahu akan direlokasi ke mana.

Baca Juga :  Kekerasan Anak Tinggi, Sleman Percepat Predikat Layak Anak

“Belum ada kepastian mau direlokasi ke mana. Soalnya belum ada sosialisasi,” jelas pedagang.

Di tempat terpisah, Kepala Unit Pasar Tanjung Sri Mulyani menjelaskan sosialisasi rencana pembangunan pasar memang belum pernah dilakukan.

“Sosialisasi memang belum pernah. Menunggu dari dinas,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Plt Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Klaten Abdul Mursyid dan Plt Kabid Pasar Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Hery Susilo menjelaskan Pemkab Klaten akan membangun Pasar Tanjung tahun ini dengan anggaran Rp 6,7 miliar.

Pasar Tanjung memiliki 93 pedagang kios, 123 pedagang los dan 16 pedagang luar. (sol)