Pejabat Kabupaten Tabalong Ikut Belajar Membatik di Sekar Jatimas

338

KORANBERNAS.ID — Kelompok Batik Sekar Jatimas Gamping Sleman,  Rabu (14/02/2018) menerima kunjungan UKM Binaan PT Adaro, yaitu Koperasi Serba Usaha Al-Yakin dan Sanggam Mart.

Turut mendampingi, sejumlah pejabat kabupaten itu di antaranya Kepala Dinas Koperasi & UMKM, Kepala Bappeda Kabupaten  Tabalong Kalimantan Selatan (Kalsel), Kepala Dinas Koperasi & UMKM Kabupaten Balangan serta Pengelola CSR PT Adaro.

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan studi banding yang dilakukan di Rumah Kreatif  Kabupaten Sleman,  Dinas Koperasi  UKM Kota Yogyakarta  dan  Pelaku  UKM di Kabupaten Sleman.

Usai diskusi, para tamu itu kemudian mengikuti pelatihan membatik cap yang  dipandu langsung Ketua Kelompok Batik Sekar  Jatimas, Lina  Marlina. Bahkan kepala dinas pun ikut berlatih membuat batik cap, mulai mengecap,  mewarnai  dan melorot.

Siti Zuraida dari Koperasi Al-Yakin mewakili rombongan menyampaikan kunjungan ke Batik Sekar Jatimas dimaksudkan untuk menambah wawasan tentang penguatan dan pemberdayaan  kelompok usaha dalam menghadapi pasar.

Selain berdiskusi, rombongan juga mengikuti pelatihan membatik  dengan  teknik  batik cap. Kabupaten Tabalong dan Balangan  memiliki potensi kerajinan kain Sasirangan dan makanan olahan.

Baca Juga :  Operator Traktor Selamat dari Sambaran Petir

Pendamping kelompok Batik Sekar Jatimas, Endah Sri Widiastuti  dan pembina kelompok Dr Hempri Suyatna dari Fisipol UGM menyampaikan, Kelompok Batik Sekar Jatimas  dibentuk atas komitmen bersama.

“Ibu-ibu anggota  dasa  wisma  Perumahan Jatimas Permai mengisi kegiatan dengan berlatih membatik bersama secara otodidak,” kata Endah, Jumat (16/02/2018).

Kuatnya komitmen tersebut ternyata mampu menarik ibu-ibu di luar  dasa  wisma untuk bergabung  dan  membentuk kelompok Batik Sekar Jatimas pada  29 Desember 2013, lengkap dengan kepengurusan dan anggota 20 orang.

Komitmen tersebut menumbuhkan swadaya anggota untuk mengumpulkan modal kerja,  berupa peralatan  produksi  maupun bahan baku (kain yang  dibatik), sehingga mampu berproduksi secara berkesinambungan.

Namun demikian, lanjut Endah, komitmen tidaklah cukup melainkan perlu diimbangi dengan upaya  peningkatan kapasitas anggota.

Menghadapi kondisi  tersebut  kelompok ini memanfaatkan jejaring sosial sehingga Batik Sekar Jatimas memperoleh pembinaan Pengembangan Jiwa Kewirausahaan dari Fakultas Psikologi UGM.

Baca Juga :  Dinas Pariwisata Gelar Beragam Agenda Akhir Tahun

Dr Avin  Fadilla Helmi melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat LPPM UGM bersama-sama kelompok menyusun visi dan misi. Dekranas Kabupaten Sleman kemudian memberikan kesempatan empat orang anggota mengikuti pelatihan membatik.

Peserta dari Kabupaten Tabalong melakukan kunjungan ke kelompok batik Sekar Jatimas Gamping, Rabu (14/02/2018). (istimewa)

Saat ini Batik  Sekar Jatimas  juga  sudah mulai mengembangkan  pasar secara daring (online)  melalui situs belanja Qlapa.com dan Blanja.com.

Selama operasionalnya Batik Sekar Jatimas belum mengakses modal dari sektor perbankan. Penguatan pendanaan dilakukan dengan  mengakses Dana Penguatan Modal dari Program Usaha Peningkatan  Pendapatan Keluarga Sejahtera  (UPPKS) Dinas Pemberdayaan  Perempuan, Perlindungan Anak,  Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten  Sleman.

Sedangkan Hempri Suyatna menyampaikan, model  pengembangan kelompok yang  dilakukan oleh Batik Sekar Jatimas  yang awalnya di lingkungan  perumahan dan mampu  mengajak  masyarakat di luar perumahan, dapat dijadikan spirit untuk pengembangan UKM di Kabupaten Tabalong dan Balangan.

Dengan komitmen dan  modal seadanya, kelompok ini mampu  mengembangkan usaha yang  bermanfaat untuk keluarga,  lingkungan dan turut melestarikan budaya bangsa. (sol)