Pejuang Kemerdekaan Berbagi Pengalaman Perang

Pelaku pejuang kemerdekaan berbagi pengalaman dengan anak-anak siswa SMP Kanisius Wonosari, Rabu (09/08/2017).(st aryono/koranbernas.id)

435

KORANBERNAS.ID–Agustus menjadi bulan penting untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan kebangsaan pada anak-anak sekolah. SMP Kanisius Wonosari tidak melewatkan momentum kebangsaan ini dengan menghadirkan sosok saksi dan pelaku sejarah peperangan merebut kemerdekaan, tergabung dalam Legiun Veteran RI (LVRI) Gunungkidul. Dia adalah Sukarno, Sekretaris LVRI Gunungkidul.

Kepala SMP Kanisius Wonosari, Yohanes Nugraha Dwiyono Putro, mengatakan kegiatan bertajuk terima kasih pahlawanku kali ini dirancang khusus untuk menumbuhkan sikap nasionalisme pada anak-anak, di tengah gempuran arus informasi teknologi.

“Menghadirkan saksi pelaku sejarah bangsa secara langsung di hadapan anak-anak ini untuk memberi ruang pengetahuan siswa sekaligus menanamkan rasa cinta pada bangsa dan negara kita,” ujarnya, Rabu (09/08/2017).

Bagi siswa, inilah kebanggaan dapat bertemu pejuang legiun veteran. Selain berdiskusi secara langsung, mereka juga menimba pengalaman pejuang yang rela mengabdikan hidupnya demi merebut kemerdekaan dan awal membangun bangsa dan negara Indonesia.

Sukarno tampak bersemangat membagikan pengalaman hidupnya, sembari mengajak yel-yel pekik merdeka. Sukarno  sendiri merasakan langsung pendudukan tentara Belanda di beberapa titik lokasi di Wonosari Gunungkidul, hingga pengalamannya menjalankan tugas negara sebagai pendidik wilayah-wilayah terpencil di perbatasan Indonesia sembari menjalankan tugas informan bagi gerilyawan dan tentara Indonesia.

“Kemerdekaan yang telah direbut para tentara, pejuang, gerilyawan rakyat dengan mengorbankan nyawa, jangan sampai sia-sia. Anak-anakku semua yang ada di sini harus pandai dan berani mempertahankan kemerdekaan ini,” tegas Sukarno. Semangatnya masih berkobar-kobar.

Dia menegaskan, kemerdekaan Indonesia hanya bisa dipertahankan oleh generasi dengan meneladani semangat juang pahlawan di antaranya persatuan, keberanian dan gotong royong. Sukarno berharap para pelajar mengerti perjuangan kemerdekaan dengan baik dan memahami tugas-tugasnya sebagai generasi bangsa.

Tidak hanya menghadirkan saksi pelaku kemerdekaan dari LVRI Gunungkidul, siswa SMP Kanisius Wonosari juga menggelar ziarah doa tabur bunga di makam keluarga pejuang di pemakaman umum Desa Baleharjo Wonosari, sebagai ungkapan syukur atas pengabdian yang diberikan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, SMP Kanisius Wonosari juga aktif mengirimkan peserta mengikuti berbagai kegiatan peringatan nasional baik di Gunungkidul maupun DIY. Saat ini tengah disiapkan siswa yang akan mengikuti upacara detik-detik proklamasi peringatan HUT Kemerdekaan RI bersama Pemkab Gunungkidul pada 17 Agustus 2017 mendatang. (sol)