Pelajar ASEAN Memahami Batik

80
Pelajar ASEAN belajar membatik di Griya Winoto Sastro Jogja, Jumat (7/9/2018).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sebanyak 45 pelajar dan mahasiswa dari negara anggota ASEAN mengikuti World Heritage Camp Indonesia (WHCI) . Dalam rangkaian kegiatan yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu selama beberapa hari tersebut, mereka melakukan kunjungan dan mengeksplorasi budaya Jawa di DIY.

“Generasi muda ini mempunyai kemampuan berpikir kritis dan mampu menjadi poros pendorong dalam usaha pelindungan dan promosi warisan budaya dunia di Indonesia sehingga perlu didorong mempelajari budaya Jawa,” papar Kepala Seksi Pengelolaan Bidang Warisan Benda Dunia Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud Anton Wibisonodi Griya Winoto Sastro Jogja, Jumat (7/9/2018).

Pembelajaran tersebut dirasa penting karena munculnya kekhawatiran akan kerentanan warisan budaya dari ancaman yang berasal dari luar maupun dalam. Melalui kegiatan WHCI ini, generasi muda diharapkan memiliki kesadaran menjaga kelestarian warisan budaya.

Baca Juga :  Tabrakan Karambol, Balita Ini Tewas

DIY menjadi salah pilihan karena memiliki kekayaan warisan budaya yang sangat beragam. Dengan demikian mereka bisa belajar memahami Warisan Budaya (benda dan takbenda) khususnya di DIY dan kaitannya dengan Konvensi UNESCO.

Para peserta diajak melihat warisan budaya takbenda di DIY mulai dari Goa Braholo Gunungkidul, Candi Kendulan Sleman, Kotagede dan Kraton Yogyakarta serta kegriya batik dan wayang.

“Peserta juga kami ajak ke Pasar Beringharjo untuk berinteraksi dan wawancara dengan pedagang soal batik untuk belajar tentang batik,” jelasnya.

Sementara Hartanti Maya, Kasi Pengusulan Warisan Budaya Takbenda Bidang Warisan Benda Dunia Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud mengungkapkan, para peserta berasal dari Malaysia, Vietnam, Laos, Philipina, Thailand.

“Peserta belajar membatik sebagai warisan leluhur Nusantara. Mereka dapat terlibat dalam pelindungan batik dan bisa terlibat dalam upaya pelestarian terhadap ancaman batik,” imbuhnya.(yve)

Baca Juga :  Tiga Siswa Asal Semarang Tergulung Ombak, Satu Tewas