Pelajaran PMP Perlu Dihidupkan Lagi, Kenapa?

184
Anggota DPR RI, HM Idham Samawi bersama warga dalam pencanangan Kampung Pancasila di Grujugan, Tegaldowo, Desa Bantul, Rabu (20/9/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Drs HM Idham Samawi mengatakan dasar negara Pancasila sudah final dan tidak boleh diganti dengan ideologi lain. Karena dengan Pancasila mampu menyatukan segala perbedaan dan keberagaman Bangsa Indonesia yang begitu kompleks.

Untuk itulah Idham berharap nilai-nilai Pancasila bisa tertanam sedini mungkin, sehiingga saatnya kelak ketika anak-anak itu menjadi pemimpin bangsa akan mampu menjiwai nilai-nilai dasar negara. Dia akan menjadi pemimpin yang melindungi segenap tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga nilai-nilai luhur lainnya.

“Nilai Pancasila ini tidak boleh luntur apalagi hilang. Maka sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menggelorakan Pancasila,” kata Idham kepada koranbernas.id usai menjadi pembicara dalam acara pencanangan kampung Pancasila di Grujugan, Tegaldowo, Desa Bantul, Rabu (20/9/2017) malam.

Maka itu dirinya juga mengapresiasi positif kegiatan warga di Grujugan yang berinisiatif untuk membuat kampung Pancasila.

“Memang kita harus terus tancapkan nilai-nilai ini kepada generasi bangsa. Saya mendukung juga ketika pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) ini dihidupkan kembali seperti dulu,” kata Idham.

Baca Juga :  Ini Kisah Bocah yang Belum Pernah Makan Kue Tart

Karena dengan adanya PMP, seorang anak sudah akan memahami dasar negaranya sejak kecil dan di bangku sekolah. Diharapkan nilai itu tertanam kuat sampai kelak dirinya dewasa dan berkiprah bagi bangsa ini.

Sementara terkait pemutaran Film G 30 s/PKI, mantan bupati Bantul dua periode tersebut tidak sependapat. Karena menurutnya untuk menanamkan nilai-nilai pancasila, bisa dengan mengajrakan lewat pendidikan di sekolah. Termasuk adanya PMP tadi, tidak harus dengan memutar film.

“Kalau soal film seperti itu sebaiknya dilakukan studi sejarah yang mendalam, lalu dilakukan penyempurnaan. Kalau diputar sekarang itu buat apa? Sekarang kita sedang giat-giatnya membangun, tidak usahlah ada kegaduhan seperti iu,” tandasnya.

Apalagi sekarang sedang menghadapi pemilu 2019, menurut Idham sebaiknya bangsa ini lebih fokus agar perhelatan tersebut sukses. Juga memikirkan bagaimana bangsa ini bisa maju dengan memerangi segala kemiskinan, kebodohan, korupsi dan hal negatif lainnya yang masih melilit bangsa ini.

Baca Juga :  “Satu Pemilih Sangat Berharga”

Sementara Imam Santoso tokoh warga setempat mengatakan Kampung Pancasila digagas setelah warga berembug tentang bagaimana pentingnya menghidupkan nilia-nilai Pancasila secara lebih kental di tengah kehidupan.

Apalagi di pedukuhan Grujugan dalam sejarahnya pada tahun 1947, ibu negara Fatmawati pernah datang ke Goa Selarong dan berkunjung ke perbatasan Kembang Putihan-Tegaldowo untuk memetik Gayam dan Jambu.

“Sehingga kita bersepakat nilai sejarah itu harus kita ingat dan kita jadikan juga sebagai penyemangat kita dalam membentuk kampung Pancasila,” katanya.

Bahkan nantinya Pak Idham, lanjut Imam akan bersedia membuat prasasti atau tetenger mengenai itu. Selain juga di setiap sudut akan dipasang gambar Garuda Pancasila dan slogan-slogan cinta NKRI. Di Grujugan tercatat ada 5 RT dan semua akan bergerak untuk itu. (yve)