Pelaksana Pembangunan Pasar Jeblok Kena Tegur

197
Pekerja menggarap pembangunan Pasar Jeblok Karanganom. PPK meminta pelaksana proyek mengejar ketertinggalan. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Tidak terasa proses pembangunan Pasar Jeblok Kecamatan Karanganon Klaten berjalan selama dua bulan. Namun progres pembangunan mengalami keterlambatan dari jadwal. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pun menegur penyedia jasa yang menggarap proyek tersebut.

“Memang ada keterlambatan sekitar sembilan persen jika mengacu schedule (jadwal) lama. Itu per 25 September,” kata Catur Setya, PPK Pembangunan Pasar Jeblok, Senin (02/10/2017).

Catur yang juga staf di Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM menambahkan keterlambatan progres pembangunan disebabkan adanya dua bangunan di depan pasar.

Setidaknya akibat belum dibongkarnya dua bangunan pasar itu, membuat proses pembangunan oleh pihak PT Tri Adi Putra Banjarnegara selaku pelaksana proyek tidak bisa bekerja selama tiga pekan. Padahal kontrak kerja pembangunan pasar senilai Rp 3,9 miliar itu dilaksanakan awal Agustus 2017.

Selain faktor dua rumah di depan pasar, faktor lainnya adalah manajemen perusahaan. Untuk mengejar keterlambatan, PPK mendesak pelaksana proyek lebih profesional dan menambah jumlah tenaga.

Menurut Catur, sebelumnya jumlah tenaga yang menggarap pasar jeblok 70 orang tapi sekarang ditambah menjadi 91 orang. Artinya, pihak pelaksana punya itikat baik mengejar keterlambatan. Setiap kali rapat juga dilakukan evaluasi serta dibuat draf pola perkembangannya.

Di tempat terpisah Tulus Nugroho selaku perwakilan PT Tri Adi Putra mengakui pekerjaannya membangun Pasar Jeblok mengalami keterlambatan.

Tetapi keterlambatan itu dikarenakan beberapa faktor, salah satunya adanya dua bangunan di depan pasar yang belum dibongkar sehingga pihaknya belum bisa memasang fondasi. Padahal pemasangan fondasi persentasenya cukup besar. (sol)