Pelaksanaan Even di Kampung Wisata Diharapkan Tertata

231
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta memberikan pemaparan dalam Pelatihan Manajemen Event Seni Budaya, Selasa (14/11/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Pelaksanaan even-even di kampung-kampung wisata di DIY, diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih tertata dan terkoordinasi. Penataan ini diperlukan, agar even-even tersebut dapat menjadi bagian dari optimalisasi kepariwisataan di DIY.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta mengatakan, semangat dan geliat dari para pengelola kampung wisata untuk mengadakan even sangat baik. Namun pelaksanaannya, selama ini masih cenderung sporadis dan berjalan masing-masing tanpa penataan yang baik.

“Satu contoh saja, untuk bisa menjadi bagian dari atraksi dan ditonton wisatawan, maka even yang digelar harus mengacu pada jadwal yang pasti dan rutin atau konsisten. Supaya apa? Agar wisatawan tahun sejak awal dan mereka dapat mengatur jadwal perjalanan wisatanya dengan baik,” kata Aris disela-sela Pelatihan Manajemen Event Seni Budaya, Selasa (14/11/2017). Pelatihan maanajemen even seni budaya kampung wisata bertujuan agar pengelola kampung wisata mampu melakukan pengelolaan even dengan baik.

Dikatakan, saat ini ada 17 kampung wisata di Yogyakarta. Mereka masing-asing mempunyai even yang diselenggarakan secara mandiri.

“Kami berharap, mereka nanti memiliki kapasitas yang baik dalam memanajemeni even. Syukur kemudian mereka bisa bersinergi dengan biro perjalanan wisata sehingga bisa dikemas dalam paket,” kata Aris.

Selain bersinergi dengan biro-biro perjalanan wisata, koordinasi antara sesama kampung wisata juga menjadi hal penting harus dilakukan. Hal ini untuk menghindari tumpang tindih baik dalam penyelenggaraan even nya ataupun dalam penjadwalannya.

“Apabila ini bisa dilakukan, maka ada harapan untuk mengajak wisatawan lebih lama tinggal dan berwisata di Jogja. Nah, hal pertama yang penting juga dilakukan, adalah kita mengidentifikasi keunggulan dan keunikan dari masing-masing kampung wisata,” imbuh Aris.

Khoiril, pengelola kampung wisata dari Tahunan Umbulharjo mengatakan, upaya untuk menghidupkan potensi kampung wisata, khususnya terkait dengan kesenian, masing menghadapi banyak kendala. Terutama menyangkut regenerasi dan juga kesadaran masyarakat.

Khoiril yang sehari-harinya mengurusi karawitan ini mengatakan, dirinya melatih anak-anak SD di kampungnya untuk belajar karawitan.

“Repotnya kalau sudah mulai kelas enam, biasanya orangtua melarang anak-anak mereka untuk berlatih karena mau ujian. Kita jadi kesulitan mencari bibit-bibit baru,” katanya.

Selain peserta, Khoiril juga mengaku kesulitan untuk mendapatkan pelatih. Hal ini tak luput dari keterbatasan SDM di kampung tersebut yang memahami dan mampu melatih dengan baik.(sur)