Pelaku Perampokan Sadis Awalnya Numpang Makan di Teras Rumah Korban

629
Kasus perampokan dan pembunuhan keji yang terjadi di wilayah hukum Polsek Sedayu akhirnya berhasil diungkap petugas. Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi, Senin (20/11) sore, memberikan keterangan pers bersama tersangka AF yang melakukan pembunuhan terhadap korban gadis tunawicara. (Sari Wijaya/KoranBernas.id)


KORANBERNAS.ID –
Jajaran Polsek Sedayu dengan dibantu Tim Opsnal Polres Bantul berhasil mengungkap kematian gadis difabel (tunawicara) bernama Utami Dwi Cahyo, warga Dusun Plawonan RT 05 Desa Argomulyo Kecamatan Sedayu yang ditemukan meninggal Sabtu (18/11) pagi. Pihak kepolisian berhasil menangkap tersagka AF (42 tahun) warga Papua, Senin (20/11) dini hari di seputar Pasar Kranggan. Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolres Bantul dan kemudian ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan dan perampokan sadis terhadap korban yang berusia 26 tahun itu.

Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi SIK kepada wartawan, Senin (20/11) siang, dalam jumpa pers di Mapolres Bantul menyebutkan tertangkapnya tersangka AF berawal dari jejak yang ditinggalkannya saat melakukan perampokan di rumah korban.

“Penangkapan tersangka ini diawali dari penemuan bekas makan tersangka yang berada di teras rumah korban. Dari sana petugas melakukan pengembangan,” kata Kapolres.

Akhirnya setelah melakukan penyelidikan, diketahui jika di dekat TKP ada warga Papua yang diturunkan oleh kru angkutan umum jurusan Jogja – Purwokerto. Selanjutnya tersangka ini meminta makan kepada warga sekitar dan setelah mendapat nasi dan minum kemudian menikmatinya di depan rumah korban.

Baca Juga :  Siap-siap, Tambak Udang Glagah Bakal Digusur

Usai makan di teras rumah korban, AF berniat untuk membersihkan diri di rumah milik keluarga Utami. AF lantas masuk ke dalam rumah tersebut melalui pintu samping.

Namun, niat membersihkan diri urung setelah melihat banyaknya barang berharga di rumah tersebut seperti televisi dan perhiasan.

“Saat akan mengambil barang-barang, ternyata Utami memergoki,” tutur AKBP Imam Kabut.

Sempat dipergoki

Dalam jumpa pers yang dihadiri puluhan awak media, turut dihadirkan barang bukti hasil kejahatan berupa televisi 14 inchi yang dibawa kabur pelaku, dompet korban, daster, bekas bungkus nasi serta sehelai seprei.

“Tersangka yang kaget kemudian membekap korban dengan daster yang dikenakan hingga meninggal dunia di tempat,” ujar Kapolres.

Baca Juga :  1.700 Tukang Burjo Mudik ke Kuningan

Selanjutnya, tersangka membawa barang curian termasuk perhiasan dan uang keluar rumah dan berjalan kaki ke Kota Jogja. Saat tragedi itu berlangsung, rumah korban dalam keadaan sepi karena kedua orang tua korban sedang berjualan di pasar.

“Tersangka yang merupakan pengangguran ini berusaha menjual barang tersebut kepada pedagang di Pasar Kranggan. Namun, pedagang curiga, sehingga tidak membelinya,” kata Kapolres.

Petugas yang mendapat informasi tersebut kemudian membekuk tersangka beserta barang bukti di seputar pasar dan menggelandang ke Mapolres Bantul. Dari penyelidikan awal, tersangka diketahui melakukan kejahatan pencurian dengan kekerasan itu secara spontanitas dan tidak ada perencanaan terlebih dahulu.

Imam Kabut menyebutkan saat menumpang angkutan umum, tersangka sempat diturunkan paksa oleh kru angkutan karena merasa risih di jalan besar dekat TKP tersebut. Usai diturunkan itulah tersangka kemudian meminta makan kepada warga sekitar. (ros)