Pelaku Usaha Bingung Urus Izin

82
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Sartiyasto, (dua dari kanan) menghadiri acara di Aula Kantor Kepala Desa Sumberrejo Kecamatan Klaten Selatan, Rabu (26/09/2018). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kabupaten Klaten kurang efektif. Terbukti masih banyak warga dan pelaku usaha belum memahami program tersebut. Akibatnya mereka kebingungan ketika mengurus administrasi.

Salah seorang pelaku usaha yang masih bingung mengurus perizinan tersebut adalah Ferina, warga Dukuh Padangan Desa Sumberrejo Kecamatan Klaten Selatan.

Di sela-sela acara Peningkatan Koordinasi Pembinaan dan Pengembangan Perindustrian yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja di Aula Kantor Kepala Desa Sumberrejo Klaten Selatan itu, pengusaha katering itu mengaku bingung untuk mengurus izin reklame usahanya.

“Usaha saya katering dan sudah pasang papan reklame. Ukurannya satu kali satu meter. Saya bingung ngurus izin ke mana,” tanya Ferina, Rabu (26/09/2018).

Baca Juga :  Tragedi di Bukit Bego, Ada Warna Merah di Rerumputan

Menanggapi pertanyaan itu, Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Klaten Selatan, Sholihatun, yang hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut menjawab karena ukuran reklamenya 1×1 meter cukup diurus di kecamatan saja.

Namun, kata Kabid Perindustrian Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sinung Nugroho, karena papan reklame itu dipasang permanen dan bertiang maka izinnya ke Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD).

“Dulu dibidangi DPKAD karena berkaitan dengan retribusi. Masalahnya karena reklamenya dipasang berangka maka izinnya ke DPKAD. Kita sering melihat petugas Satpol PP menyisir dan mencopoti reklame yang tidak berizin,” ujar Sinung.

Dia menambahkan, warga dan pelaku usaha yang telah memenuhi kewajibannya membayar retribusi reklame harus dilindungi. Pengurusan SIUP dan Tanda Daftar Industri (TDI) tidak dipungut biaya alias gratis. Yang ada biayanya hanya saat mengurus IMB.

Baca Juga :  TWP Purbasari Terbaik se-Jateng

Di Kabupaten Klaten, ujar Sinung, ada banyak pelaku usaha yang berkembang. Dari puluhan ribu unit usaha yang ada, yang telah didata berdasarkan by name dan by address di Bidang Perindustrian menunjukkan angka 22 ribu dengan 11 kluster industri di antaranya batik, lurik, logam, makanan olahan, keramik.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Sartiyasto, yang hadir langsung dalam acara yang diikuti pelaku usaha di tujuh desa wilayah Kecamatan Klaten Selatan itu berharap, melalui kegiatan itu usaha yang dijalankan peserta semakin maju dan berkembang serta meningkatkan pendapatan pelaku usaha. (sol)