Pelanggar Lalu Lintas Antre Bayar Denda

195
Sebagian  pelanggar lalu lintas antre menunggu dipanggil membayar denda di Kantor Kejaksaan Negeri Kebumen, Kamis (16/11/2017).  (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pengadilan Negeri Kebumen Kamis (16/11/2017) memutus bersalah 1.880 orang pelanggar lalu lintas.

Jumlah yang dihukum  denda,  pada putusan kali ini, lebih  banyak dibanding dengan jumlah  pelanggar yang dihukum Kamis  pekan  lalu, sejumlah 1.140 orang pelanggar dihukum.

Putusan hukuman denda kali ini masih pada kisaran puluhan ribu rupiah.  Seorang pelanggar  lalu lintas yang ditindak pada Operasi Zebra Candi 2017, bisa didenda kisaran Rp 100-an ribu,  jika  terbukti  melanggar  lebih dari tiga jenis pelanggararan lalu lintas.

Denda untuk pelanggaran tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) atau pembonceng tidak menggunakan  helm  sebesar Rp 49.000.

Heru (36)  warga Kota Gombong mengatakan dirinya ditindak karena istri yang membonceng tidak menggunakan helm.

Baca Juga :  Jangan Salah, Warga Miskin Tak Perlu Lagi Tebus Rastra

Sedangkan End (16), pelajar SMK  swasta di Kecamatan  Karanganyar Kebumen yang tidak  memiliki SIM, jumlah dendanya sama,  yakni Rp 49.000.

”Istri saya bonceng tidak pakai helm,“ kata  Heru di sela-sela  menunggu membayar  denda di Kantor Kejaksaan Negeri Kebumen,  Kamis (16/11/2017).

Seorang ibu warga Kecamatan Karanggayam Kebumen mengaku mewakili End, mengatakan jumlah denda yang sama.

Anaknya yang bersekolah di sebuah SMK swasta belum memiliki SIM. Sama seperti Heru, End didenda  Rp 49.000 atau hukuman subsider tiga hari kurungan.

Hukuman subsider merupakan pengganti hukuman denda,  jika pelanggar tidak mampu membayar  denda.

Pelanggar lalu lintas yang dihukum denda  berdasarkan putusan Pengadilan  Negeri Kebumen harus besabar, karena banyaknya  jumlah pelanggar yang mendaftar denda di Kantor  Kejaksaan   Negeri  Kebumen. Hingga  tengah  hari baru 400-an orang  pelanggar yang dipanggil membayar denda. (sol)

Baca Juga :  Temu Hati Anak Sleman 2018