Pemain Film Ini Jadi Tumbal di Pabrik Gula Tua

191
Para pemain film Tumbal The Ritual di JCM, Minggu (22/07/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Tak seorangpun ingin jadi tumbal atau dikorbankan demi kepentingan orang lain. Namun pengalaman mengerikan itu harus dihadapi para bintang muda Indonesia ini.

Ya, Mawar De Jongh, Rayn Wijaya, Shenina Cinnamon, Karel Susanteo, dan Annette Edoarda terpaksa menjadi tumbal. Sekelompok anak muda yang hendak membuat film horor di sebuah pabrik gula tua justru menjadi korbannya.

“Banyak pengalaman mistis yang kami alami saat syuting di pabrik gula yang tua,” papar Mawar dalam Nonton Bareng Film Tumbal The Ritual di Jogja City Mall (JCM), Minggu (22/07/2018) sore.

Mawar mengaku, dia dipegang makhluk tak kasat mata di lorong pabrik gula tua yang berada di Tegal, Jawa Tengah saat syuting film. Di lorong angker yang juga membuat salah satu kru keserupan tersebut tiba-tiba dari arah belakang, ada tangan yang memegang kaki dari sebelah kiri padahal tidak ada orang siapapun.

“Tidak mungkin di waktu yang semalam itu ada orang yang iseng pegang kaki aku, apalagi kru jauh dari setting syuting karena lorongnya kecil dan terbatas,” jelasnya.

Pengalaman senada dialami Shenina yang mengaku mendapatkan pengalaman mistis selama dua minggu syuting film horor pertamanya itu. Genset yang seringkali mati tiba-tiba tanpa sebab padahal tidak ada yang mematikan atau rusak.

“Disana kan tiap jam sebelas siang atau malam tidak boleh syuting, namun ada saat kami tidak sempat lihat jam dan terus take adegan, tiba-tiba genset mati, tidak hanya sekali dua kali, tidak ada alasannya. Semua real set jadi tidak ada yang diubah,” tandasnya.

Sementara Annette mengungkapkan, berkat film ketiga yang dibintanginya tersebut, dia jadi tahu tentang tumbal. Pengalaman main film tersebut membuatnya percaya hal-hal diluar nalar.

“Percaya gak percaya akhirnya tahu ada cara jahat untuk mendapatkan sesuatu dengan tumbal,” ungkapnya.

Karel menambahkan, meski berhenre horor, film yang tayang di bioskop mulai 19 Juli 2018 tersebut juga menyuguhkan nuansa lain seperti persahabatan, kekeluargaan dan drama percintaan.

“Film ini punya twist yang berbeda dari film-film horor lain,” ungkapnya.

Film garapan sutradara Tema Patrosza ini mengisahkan pengalaman Nira, Maya, Sisi, Leo dan ketua tim, Raka dalam membuat film horor memenuhi nilai kuliah. Mereka ke pabrik gula yang konon terkenal sangat angker.

Di tempat itu, mereka dikejutkan oleh munculnya Alya, adik angkat Nira yang autis diam-diam ada didalam mobil yang akhirnya terpaksa dibawa ikut kesana. Sampai di pabrik, aroma horor semakin mencekam. Mereka mendengar s uara-suara aneh, penampakan hantu, bahkan teror hantu mendatangi satu persatu. Mereka mencoba keluar dari pabrik gula itu, tetap naas mereka tidak bisa keluar dari sana.

Pada akhirnya terkuak misteri 20 tahun lalu. Pabrik tersebut milik Suryo dan Nurmala. Nurmala meninggal dibunuh oleh Suryo, dan ternyata Nurmala adalah ibu kandung Nira. Sedangkan Suryo, untuk hidup kembali ia meminta tumbal ke 40. Siapakah tumbal ke 40 yang diincar oleh Suryo? Film ini memberikan jawabannya.(yve)