Pemancing Gurita Akhirnya Ditemukan 1 Km dari Lokasi Kejadian

428
Tim SAR mengevakuasi jenazah Gatot Bayu Rujito (20), nelayan yang hilang sejak hari Sabtu (04/11/2017) lalu. Korban ditemukan meninggal dunia di sekitar Pantai Ngrumput, Kecamatan Tanjungsari, 1 km dari lokasi tenggelamnya kapal di Pantai Watu Kodok, Senin (6/11/2017) pagi. (St Aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID –Setelah melakukan pencarian selama 3 hari, akhirnya tim gabungan SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Basarnas, dan para relawan, berhasil menemukan jenazah Gatot Bayu Rujito (20), nelayan yang hilang sejak hari Sabtu (04/11/2017) lalu. Korban ditemukan meninggal dunia di sekitar Pantai Ngrumput, Kecamatan Tanjungsari, atau sekitar 1 km dari lokasi tenggelamnya kapal di Pantai Watu Kodok, Kecamatan Tanjungsari. Senin (06/11/2017) pagi.

Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Surisdiyanto mengatakan, tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian terhadap korban kapal karam “Setia Putra” dengan korban Gatot Bayu Rujito (20) yang hilang sejak Sabtu lalu.

Saat dilakukan pencarian, salah satu petugas melihat benda terapung, dan setelah didekati ternyata korban kapal. Penemuan jenazah di depan Pantai Ngrumput, 1 km ke timur dari lokasi kejadian awal. Posisi korban kurang lebih 150 meter dari garis pantai.

“Korban saat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Posisi korban terapung menggunakan kaos lengan panjang warna hijau. Korban di temukan dan berhasil terevakuasi Senin pagi pukul 05.45 WIB,” jelasnya.

Terpisah, Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Marjono menambahkan penemuan korban tak lepas dari upaya tim gabungan diantaranya Satlinmas dibantu Basarnas, personel SAR MTA, Sar Code X, Umbul Harjo Rescue, Ban-Ops DIY, dan juga nelayan setempat.

“Dalam pencarian kita fokuskan ke arah timur karena arus laut memang kearah timur dalam beberapa hari terakhir,”katanya.

Sebagaimana diketahui, kronologi peristiwa tersebut bermula  empat orang nelayan asal Pantai Gesing ke Pantai Watu Kodok untuk memancing gurita. Keempat nelayan adalah Gatot Bayu Rujito (20), dan Sunarno (40), warga Girisekar, Panggang. Dua lainnya Sigit Wahyudi (17) dan Rio Setiadi (17) Girikarto, Panggang.

Saat asyik memancing hewan bertentakel ini, keempat nelayan tak menyadari ombak besar datang dan menghantam kapal dengan nama lambung Setia Putra tersebut.

“Tiga orang berhasil berenang dan menyelamatkan diri, sementara korban tak berhasil menepi dan terseret arus,” jelasnya.

Dia pun mengimbau kepada nelayan dan wisatawan untuk berhati-hati saat melakukan aktifitas di laut, karena gelombang laut samudera Hindia kerab mendadak tinggi dan besar. Dari data yang diperolehnya, gelombang di Laut Selatan masih berpotensi membesar hingga 10 November 2017.(SM)