Pembahasan RAPBD Kurang Berkualitas

206
Peningkatan sebagian  ruas jalan  Kambalan- Ambal senilai Rp 4, 1  miliar menjadi  obyek pengawasan  Komisi  D DPRD Kebumen tahun anggaran 2017.  (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Penyampaian Raperda Anggaran  Pendaptan Belanja Daerah (Raperda APBD) Kabupaten Kebumen 2018 oleh Wakil Bupati  Kebumen  KH Yazid Mahfudz kepada DPRD Kabupaten Kebumen, yang mundur dari ketentuan mengakibatkan  pembahasannya kurang optimal.  Sempitnya  waktu pembahasan raperda itu, mengakibatkan  pembahasan kurang  berkualitas.

Hal itu terungkap  pada rapat dengar  pendapat  Komisi D  DPRD Kabupaten Kebumen. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi D DPRD Kebumen, Sarimun, dihadiri eksekutif,   dinas teknis, LSM, organisasi massa, perguruan tinggi, tokoh masyarakat serta media.

Rapat  itu kurang optimal membahas anggaran dan permasalahanya, karena kepala OPD  (Organisasi  Perangkat Daerah) teknis tidak hadir, sehingga tidak bisa membahas tuntas  anggaran yang menjadi  hak  budgeting    DPRD.

Baca Juga :  Three Ends Plus Jadi Program Unggulan Perempuan dan Anak

Sarimun dan Adib Mutaqim selaku pimpinan Komisi D mengungkapkan, jadwal   rapat  paripurna DPRD Kabupaten   Kebumen  yang membahas Raperda APBD Kabupaten Kebumen   tahun 2018 sangat padat.

Selain  rapat  paripurna, diadakan pula rapat  fraksi dan  komisi.

Pembahasan oleh komisi-komisi yang hanya sehari,  sulit untuk mencermati  satu per satu anggaran dengan 8 OPD yang harus diundang dalam tempo sehari. “Tidak mungkin kita membelejeti  anggaran di 8 OPD, hanya sehari,“  kata Adib.

Aktivis Formasi,  Fuad Habib menyoroti   anggaran ratusan miliar rupiah  di 8 OPD dan output yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Budi Hartono, tokoh masyarakat menyampaikan pembangunan    drainase   menyebabkan   genangan air di lingkungan rumahnya. Jalan nasional selatan Jateng sering rusak, meski sering diperbaiki. (sol)

Baca Juga :  Tenang, PHL Bisa Seleksi Lagi