Pembangunan Kios Pasar Tegalgondo Mundur

84
Deretan kios Pasar Tegalgondo bagian samping yang akan dibangun tahun ini terpaksa mundur karena pasar darurat belum juga dibangun. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Proyek pembangunan kios Pasar Tegalgondo dipinggir Jalan Raya Solo-Jogja Desa Tegalgondo Kecamatan Wonosari Klaten dipastikan mundur dari jadwal. Pasalnya, hingga hari ini pasar darurat belum juga dibangun.

Belum dibangunnya pasar darurat itu diakui ketua paguyuban pedagang Pasar Tegalgondo, Alimin. Saat ditemui di Tegalgondo, Rabu (30/05/2018) siang, dia mengaku tetap berpegang teguh pada kesepakatan saat sosialisasi tanggal 16 Mei 2018 di aula Kantor Kepala Desa Tegalgondo.

“Kesepakatannya waktu sosialisasi adalah pemerintah membangun pasar darurat. Setelah dibangun para pedagang kios direlokasi pertengahan puasa. Lokasi pasar darurat di lapangan Tegalgondo tepatnya dibelakang pasar. Setelah pedagang direlokasi pembangunan dimulai,” kata Alimin.

Tapi kata dia, hingga sekarang belum ada tanda-tanda pasar darurat dibangun. Sehingga dirinya juga menunggu informasi dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Klaten.

Baca Juga :  Alasan Tak Jelas, Banyak Anggota Dewan Mangkir Paripurna

Disebutkan, di Pasar Tegalgondo ada 50 pedagang kios. Namun yang akan dibangun tahun ini hanya 30 kios dibagian samping dan belakang. Sedangkan 20 kios di bagian depan telah dibangun beberapa tahun lalu. Tidak dibangunnya kios Pasar Tegalgondo secara serentak memang menimbulkan kecemburuan dikalangan pedagang dan pembeli. Pasalnya dalam satu komplek pasar ada kios yang bagus dan ada tidak bagus.

Paguyuban bersyukur karena kondisi pasar dan pedagang tetap kondusif tidak terjadi apa-apa. Namun akibat dari belum dibangunnya pasar darurat ternyata membawa dampak terhadap pembangunan kios. Padahal dalam kontrak kerja pembangunan 30 kios dengan anggaran Rp 1,89 Miliar antara CV Analisa dengan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM disebutkan pekerjaan dinulai 30 Mei hingga 26 Nopember 2018.

Baca Juga :  Tiap Pagi Pria Ini Bersihkan Isi Perut Ikan

Akan tetapi rencana itu tertunda karena pasar darurat senilai Rp 60 juta yang akan menampung pedagang kios belum juga dibangun hingga saat ini. (yve)