Pembangunan NYIA Harus Sesuai Target

231
DPD RI komite II mengunjungi lokasi pembangunan NYIA di Temon, Kulonprogo, Selasa (14/11/2017). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia komite II mengunjungi lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport(NYIA) di Temon, Kulonprogo, Selasa (14/11/2017). Setahun sebelumnya mereka juga sempat melakukan kunjungan serupa.

Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba berharap proyek pembangunan NYIA bisa selesai sesuai target operasional 2019 yang sudah ditentukan.

“Ini proyek strategis nasional dan kami berharap dalam dua tahun ke depan selesai. Bandara Adisucipto sudah tidak layak lagi karena banyak penerbangan tertunda. Kita dorong supaya pembangunan bandara ini cepat selesai,” kata Purba.

Dikatakannya, bandara baru Yogyakarta ini akan mempercepat konektivitas antar wilayah serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah setempat dan sekitarnya. Yogyakarta khususnya Kulonprogo merupakan kawasan penunjang pariwisata Borobudur yang sudah ditetapkan sebagai kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Masyarakat di Jawa kan sekitar 150 juta jiwa dan di Jawa Tengah ada 80 Juta. Ini membutuhkan mobilitas tinggi dan kita harapkan infrastruktur jalan dan pelabuhan bisa bagus juga,” kata Purba.

Baca Juga :  Erupsi Merapi Akibat Gempa di Cincin Pasifik

PT Angkasa Pura I saat ini dalam pbebasan lahan masih ada 23 hektare lahan yang bel beres. Yaitu lahan yg diproses melalui jalur konsinyasi (penitipan) dana ganti rugi di Pengadilan Negeri (PN) Wates. Antara lain lahan-lahan yang berperkara kepemilikan dan juga milik sebagian warga terdampak yang masih menolak pembangunan bandara tersebut.

Gani Wijaya Airport Facility Non Terminal Section Head Proyek Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) PT AP I, mengakui proses land clearing masih terhambat oleh adanya 23 hektare lahan yang belum selesai proses pembebasannya. Lahan tersebut masih dalam tahap konsinyasi dan masih ada 54 bidang tanah yang tengah dalam proses penitipan.

Baca Juga :  Sosialisasikan Pesta Demokrasi dengan Jalan Sehat

“Kalau tidak ada hambatan pembebasan lahan ya bisa lancar. November ini kita targetkan semuanya selesai (konsinyasi,” kata Gani.
Dikatakannya land clearing saat ini sudah menyentuh luasan 419 hektare dari total lahan proyek bandara seluas 587 hektare. Lahan yang sudah dibersihkan terutama untuk areal airside (sisi udara, runway, taxiway, apron) yang memang jadi prioritas utama tahap awal pembangunan. Ada pun lahan areal landside (sisi darat; terminal penumpang, perkantoran, kargo) baru sebagian saja yang sudah dibersihkan dan belum mencapai keluasan 200 hektare.

“Kita fokus pada lahan yang sudah clean and clear saja dulu. Airside sebentar lagu sudah hampir selesai. Kalau tidak ada hambatan pembebasan lahan ya pasti lancar. Kami optimistis land clearing selesai Desember. Semoga tidak terkendala hujan,” kata Gani.(yve)