Pembangunan Pasar Darurat Disinyalir Proyek Dagelan

222
Lapangan Desa Tegalgondo yang akan menjadi lokasi pasar darurat. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda pasar darurat dibangun. (masal gurusinga/koranbernas.id)


KORANBERNAS.ID
— Proyek pembangunan pasar darurat Tegalgondo Kecamatan Wonosari Klaten senilai Rp 60 juta disinyalir sebagai proyek dhagelan.

Sinyalemen itu diperkuat dengan adanya bantahan dari pihak penyedia jasa CV Analisa yang disebut PPKom sebagai penggarap proyek itu.

“Saya tidak garap pasar darurat karena tidak ada SPK (Surat Perintah Kerja). Kami fokus pembangunan Pasar Induk (Tegalgondo). Dasarnya kan SPK,” kata Rendro Sudijono, pimpinan CV Analisa melalui pesan singkat SMS, Jumat (25/05/2018) pagi.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah statement Plt Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Ir Abdul Mursyid dan PPKom pasar darurat Tegalgondo Joko Purnomo yang pada sehari sebelumnya menyebutkan pasar darurat juga digarap CV Analisa.

Bahkan, kata Abdul Mursyid, pembangunan pasar darurat sudah dimulai Kamis (24/05/2018) di Lapangan Tegalgondo tepatnya di belakang pasar.

Baca Juga :  Cara Ini Dongkrak Semangat Warga

Abdul Mursyid juga menjelaskan CV Analisa tidak hanya membangun pasar darurat tetapi juga membangun kios di Pasar Tegalgondo yang sudah dilelangkan oleh Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemkab Klaten.

“CV Analisa yang menggarap semua. Untuk pasar darurat anggarannya Rp 60 juta dan sudah dimulai hari ini,” kata Mursyid, Kamis.

Senada diungkapkan PPKom Pembangunan pasar darurat, Joko Purnomo. Kepada koran ini dia mengatakan CV Analisa diperintah Kepala Dinas untuk menggarap pasar darurat.

“Waktu itu pertemuannya di ruang kepala dinas dan Pak Rendro juga ada. Kalau memang yang mengerjakan bukan CV Analisa berarti saya sudah dipermainkan,” ujar Joko melalui pesan Whatapps, Jumat.

Sayangnya, Joko tidak menjawab pertanyaan apakah dirinya selaku PPKom pernah membuat SPK pembangunan pasar darurat apa belum.

Baca Juga :  Warga Terdampak NYIA Tak Puas Ganti Rugi

Di pasar Tegalgondo, sejumlah pedagang kios semakin bingung karena belum dibangun pasar darurat. Padahal dalam sosialisasi pada 16 Mei 2018 disebutkan relokasi pedagang pertengahan puasa.

“Waktu sosialisasi disebutkan oleh petugas dari dinas perdagangan kalau relokasi pedagang kios pertengahan Ramadan. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda dibangun pasar daruratnya. Kalau kemarin kepala dinas ngomong sudah mulai dibangun itu tidak benar,” kata pedagang kepada koranbernas.id, Jumat siang.

Pengamatan dilapangan Desa Tegalgondo menunjukkan belum ada tanda-tanda pasar darurat akan dibangun. (sol)