Pembangunan Taman Air Mancur Tak Selesai

633
Pembangunan taman dan air mancur di depan Pendopo Rumah Dnas Bupati Kebumen terlihat berhenti, sejak berakhirnya kontrak. Nampak kondisi pekerjaan, 18 hari, setelah berakhirnya kontrak kerja (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kontraktor pembangunan taman dan air mancur di Jalan Mayjen Sutoyo yang terletak depan pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen gagal merampungkan pekerjaan hingga berakhirnya kontrak kerja Jumat (15/12/2017). Padahal proyek senilai Rp 2,7 Miliar yang diharapkan menjadi ikon kedua di Kota Kebumen setelah Tugu Walet tersebut semestinya pada malam tahun baru 2018 bisa dinikmati masyarakat.

Namun hingga Kamis (04/01/2018), pekerjaaan baru 50 persen dilakukan. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kebumen Edi Rianto yang dikonfirmasi koranbernas.id membenarkan kegagalan kontraktor proyek itu merampungkan pekerjaan. Karenanya Pemkab Kebumen memberi tenggat waktu paling lama 50 hari kedepan untuk menyelesaikan kontrak kerja .

“Waktu 50 hari, bukan perpanjangan kontrak, ada aturan yang membolehkan memberi kesempatan kontraktor merampungkan pekerjaan jika ada permintaan kontraktor,“ kata Edi Rianto.

Baca Juga :  Orang Industri Harus Ada yang Jadi Dosen

Atas permintaan itu dan hasil konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), lembaga penegak hukum di Kebumen serta peraturan perundang-undangan yang mengatur pengadaan barang dan jasa, Pemkab Kebumen memberi kesempatan kontraktor untuk merampungkan pekerjaan paling lama 50 hari.

Pemkab Kebumen menjatuhkan sanksi berupa denda yang besarnya sebanyak banyaknya 5 persen dari nilai proyek. Dengan perhitungan, setiap kelambatan pekerjaan sehari dikenai denda satu per mil. Dengan perhitungan ini, jika kontraktor baru bisa merampungkan pekerjaan, 50 hari setelah berakhirnya kontrak kerja, denda yang dijatuhkan 5 persen dari nilai kontrak Rp 2,7 Miliar.

Masalah realisasi pekerjaan, hingga berakhirnya kontrak, Edi Rianto menyebutkan perhitungan tim tehnis Pemkab Kebumen baru selesai 30 persen. Namun kontaktor menyatakan lebih dari 50 persen. Untuk memastikan nilai pekerjaan, Pemkab Kebumen nantinya meminta bantuan Auditor pemerintah untuk mengaudit. Audit akan dilakukan setelah berakhirnya masa pemberian kesempatan merampungkan pekerjaan.

Baca Juga :  Waspadai Gejala Kebutaan pada Anak-anak

Pembayaran atas pekerjaan proyek ini dipastikan baru bisa dibayarkan setelah ada Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2018. Anggaran untuk proyek ini ada di APBD Perubahan di tahun anggaran 2017. Anggarannya sebagian besar tidak terserap. Pada APBD Murni tahun anggaran 2018, tidak ada anggaran untuk proyek ini. (yve)