Pemdes Solodiran Prioritaskan Tambahan Wahana di Obyek Wisata

166
Kawasan wisata Desa Solodiran Kecamatan Manisrenggo yang saat ini terhenti pembangunannya. (Masal Gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Pemerintah Desa Solodiran Kecamatan Manisrenggo, terus berusaha menyelesaikan pembangunan obyek wisata di desanya. Diawali dengan pekerjaan pengerukan dan pembangunan talud pada tahun 2017, tahun ini pekerjaan difokuskan penambahan wahana.

“Tahun ini dana desa yang dialokasikan ke sana (obyek wisata) hanya Rp 50 juta untuk menambah wahana outbond dan menyelesaikan talud,” kata Kepala Desa Solodiran Aryanta Sigit Suwanta melalui telepon selularnya, Kamis (26/04/2018).

Dikatakan, saat ini pembangunan obyek wisata itu sedang berhenti karena pekerjaan di tahun 2017 sudah selesai. Total dana yang terserap untuk pembangunan obyek wisata itu sebesar Rp 200 juta.

Selain untuk menambah wahana, anggaran pada tahun ini juga digunakan untuk penguatan tanggul. Sebab pada 2017 lalu sempat banjir di bagian atas karena tumpukan sampah menyumbat sungai dan air meluber ke jembatan lama.

Baca Juga :  Warga Desak Pengembalian Fungsi Bendung Soko

Wahana lain yang akan dibangun di obyek wisata itu yakni 7 unit gazebo. Saat ini telah berdiri 4 unit gazebo, satu unit diantaranya sampel yang dibuat oleh warga sekitar. “Tinggal nambah tujuh gazebo lagi disana,” terang Sigit.

Sigit juga membantah jika ada yang menyebutkan pembangunan obyek wisata itu terhenti karena belum cairnya dana desa 2018.

“Di RAB tahun 2017 hanya sampai itu saja pekerjaannya. Jadi bukan berhenti karena dana desa belum cair,” tegasnya.

Warga di sekitar tempat obyek wisata tersebut berharap pembangunan obyek wisata bisa cepat selesai agar mereka bisa membuka usaha. Sebab sejak awal dibangun, obyek wisata itu diharapkan bisa mengangkat kesejahteraan warga dan mengangkat potensi local.

Baca Juga :  Kasus Pasar Gabus Jatinom Dilaporkan Bupati

Obyek wisata Desa Solodiran dibangun di lahan tidak produktif. Karenanya, pemerintah desa setempat memanfaatkan lahan itu menjadi tempat wisata meski pembangunannya tidak bisa selesai dalam satu tahun.

Perkiraan awal total anggaran yang terserap untuk pembangunan obyek wisata itu sebesar Rp 2,2 miliar. (SM)