Pemerintah Ingin, “Marketplace” Didominasi Produk IKM Lokal

207
Endang Suwartini meninjau stand yang menampilkan produk-produk karya IKM di Yogyakarta, Selasa (08/05/2018). (Surya Mega/koranbernas.id)  

KORANBERNAS.ID—Pemerintah menginginkan marketplace ke depan didominasi oleh produk-produk industri kecil dan menengah (IKM) lokal. Sebab secara potensi dan kualitas, produk dari IKM lokal sebenarnya tidak kalah dibandingkan produk impor. Hanya kendalanya selama ini, mereka belum cukup familiar dengan sistem pemasaran memanfaatkan marketplace.

Berbicara dalam acara Workshop e-Smart IKM, Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Endang Suwartini mengatakan, IKM yang saat ini jumlahnya diperkirakan mencapai 4,5 juta, diharapkan lebih berperan aktif dalam menggerakkan perekonomian nasional.

“IKM merupakan salah satu penyokong sektor industri. Dengan pertumbuhan industri sebesar 4,84 persen dan kontribusi industri pengolahan non migas pada PDB sebesar 17,88 persen, menjadikan industri sebagai salah satu pilar ketanan ekonomi nasional,” katanya, Selasa (08/05/2018). Workshop ini, diikuti oleh 100 pelaku IKM di wilayah DIY dan Klaten.

Endang mengatakan, workshop ini dimaksudkan untuk mendorong pelaku IKM di DIY dan Klaten memperluas akses pasar dalam dan luar negeri. Untuk itu, pemerintah menggandeng sejumlah perusahaan penyedia marketplace nasional.

Selam dua hari mengikuti workshop, peserta akan belajar berbisnis melalui sarana e-commerce dan juga mendapatkan sosialisasi program-program dari Kementerian Perindustrian. Diantaranya restrukturisasi mesin peralatan dan SNI. Selain itu, untuk pemantapan, peserta juga diberi materi mengenai strategi pemasaran online dan pengembangan produk seperti desain, kualitas dan teknologi, serta dikenalkan aplikasi pencatatan keuangan.

“Workhsop ini merupakan salah satu tindaklanjut dari Peraturan Presiden No 74 tahun 2017, tentang roadmap Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik.Yaitu membawa pelaku IKM masuk ke e-commerce,” imbuh Endang.

Dijelaskan, saat diluncurkan Januari 2017 lalu, workshop e-Smart IKM diikuti oleh 1.730 peserta dan membukukan nilai transaksi sebesar lebih dari Rp 320 juta.

“Tahun ini, target kami 4.000 IKM di seluruh Indonesia ikut e-Smart IKM. Sehingga target kami setidaknya ada 12 ribu produk IKM masuk dalam marketplace,” katanya lagi.

Selain itu, melalui workshop ini, pemerintah kata Endang, juga berkepentingan untuk membangun database prodil industri, sentra dan produk IKM. Nantinya, data ini akan menjadi salah satu bahan analisa pembuatan kebijakan dalam pembinaan IKM.

“Jadi kami tidak membuat kebijakan dengan meraba-raba kondisi riil. Misalnya saja kebijakan mengenai kebutuhan bahan baku, produk unggulan ekspor, teknologi dan mesin-mesin yang dibutuhkan, akan kami evaluasi dengan merujuk pada data ini,” pungkasnya. (SM)