Pemilu Bukan Ajang Saling Fitnah

PDI Perjuangan DIY Gelar Rakorda

70
Bambang Praswanto (kanan) dan Eko Suwanto menyampaikan keterangan pers di sela-sela Rakorda PDI Perjuangan DIY. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Kampanye pemilihan umum (pemilu) 2019 dimulai 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Perhelatan politik lima tahunan tersebut bukan merupakan  ajang saling fitnah atau menjelek-jelekkan akan tetapi sebagai sarana bagi peserta pemilu untuk adu program dan prestasi.

“Kita harus berpikir positif Indonesia ke depan harus lebih baik dan rakyat semakin sejahtera rakyat. Kampanye harus membuat masyarakat menjadi senang dan bergembira,” ujarnya Bambang Praswanto, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Sabtu (22/09/2018).

Pada konferensi pers di sela-sela Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PDI Perjuangan DIY di Hotel Rich Jalan Magelang Yogyakarta, dia menyampaikan pihaknya optimistisis dapat meraih suara 31 persen pada Pemilu Legislatif 2019.

“Dengan perincian tiap dapil tambah satu kursi. DPRD DIY kalau bisa tambah satu kursi per dapil, kita patok 19 kursi. Saat ini Fraksi PDI Perjuangan di DIY 72 orang, harapan kita bisa bertambah 15 sampai 20 orang,” ungkapnya.

Syaratnya, selain internal partai harus solid, pelaksanaan pemilu pun harus berbudaya, berkarakter, bermartabat, membuat senang dan gembira masyarakat serta tidak ada konflik. “Yang penting lagi, kita semua harus menjaga etika dan kearifan lokal,” kata Bambang.

Sedangkan untuk Pemilu Presiden (Pilpres) PDI Perjuangan DIY bersama sembilan parpol pengusul ditargetkan mampu meraih 71 persen suara untuk pasangan nomor urut satu,  Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

“Kita berdayakan semua potensi yang ada termasuk kelompok masyarakat dan relawan. Kita juga siap mengkonter isu-isu,” ujarnya seraya menambahkan, khusus untuk DPD RI, PDI Perjuangan DIY hanya merekomendasikan satu nama yakni Widi Praptomo.

Baca Juga :  Promosi KA Wijayakusuma Diperpanjang

Menurut Bambang, target 71 persen suara pilpres di DIY tersebut lebih tinggi dari tahun lalu dengan perolehan suara 55,85 persen.

“Pada waktu itu Pak Jokowi kan masih anyaran, sekarang ini ditambah sembilan parpol pengusung. Banyak masyarakat berbondong-bondong ingin mengdukung Pak Jokowi,” tambahnya.

Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDI Perjuangan DIY, Eko Suwanto, menambahkan pihaknya juga berkomitmen merawat dan menjaga Keistimewaan DIY,  bersama Keraton Yogyakarta dan Pura Pakualaman.

Rakorda PDI Perjuangan DIY, Sabtu (22/09/2018) di Hotel Rich Yogyakarta. (istimewa).

Apalagi, salah seorang menantu Sri Sultan Hamengku Buwono X yaitu KPH Purbodiningrat saat ini menjadi calon nomor urut satu dari dapil Bantul.

Satu tarikan nafas dengan itu, PDI Perjuangan DIY juga menggalang dukungan dari generasi milenal yang terbiasa dengan sosmed. Saat ini pun makin banyak kader PDI Perjuangan semakin akrab dengan media.

Yang pasti, sudah ada komitmen antikorupsi ditandai dengan 100 persen caleg yang diusung tidak ada bekas terpidana korupsi, kejahatan seksual terhadap anak-anak maupun narkoba.

Bambang Praswanto menambahkan Rakorda kali ini dihadiri seluruh pengurus DPD PDI Perjuangan DIY, DPC, PAC dan seluruh caleg yang diusung oleh PDI Perjuangan yaitu 8 caleg DPR RI,  55 caleg  DPRD DIY, caleg untuk DPRD kabupaten Sleman,  Bantul,  Gunungkidul,  Kulonprogo dan Kota Yogyakarta.

“Tujuan penyelenggaraan Rakorda Pemenangan Pilpres dan Pileg 2019 ini untuk langkah memantapkan gerak seluruh organ partai. Rakorda ini sifatnya khusus, untuk pemenangan Pilpres dan Pileg 2019. Kita bersyukur pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin sudah mendapatkan  nomor urut 1, ini awal yang baik,” kata Bambang Praswanto.

Baca Juga :  Mahasiswa Kompeten Hasilkan Lulusan Berkualitas

Rakorda bertujuan menggerakkan semua organ partai,  kader dan simpatisan. Secara resmi kegiatan dibuka oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Mohammad Prakosa.

Sedangkan pengarahan disampaikan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kaderisasi dan Ideologi, Idham Samawi.

Eko Suwanto yang juga caleg DPRD DIY dapil Kota Yogyakarta menambahkan, seluruh kekuatan partai dalam barisan pergerakan yang kompak, terus bergerak menemui rakyat dan mendengarkan aspirasi rakyat dengan bermartabat dan berbudaya.

“Kita yakin dengan bergerak terus berjuang menyatu dengan hati dan pikiran rakyat, PDI Perjuangan dan Jokowi-Ma’ruf akan menangkan Pemilu 2019,” ujarnya.

Proses berdemokrasi di Pilpres dan Pileg 2019 diharapkan bisa berlangsung damai dan guyub. Seluruh elemen perlu didorong untuk mewujudkan pemilu yang damai dan aman.

“Kita akan berkampanye dengan gembira agar rakyat senang dan nyaman. Kita berkomitmen dukung KPU, Bawaslu, Polri dan TNI menciptakan pemilu yang berintegritas,” kata Ketua Komisi A DPRD DIY ini.

Sementara itu Mohammad Prakoso dalam arahannya antara lain menyampaikan saat ini tingkat kepercayaan rakyat kepada partai politik perlu dijaga. Dari beberapa survei, angkanya cukup tinggi.

“Ada rentang yang jauh dengan partai lain dari pemilu ke pemilu sejak 1999, 2004, 2009 hingga 2014. Meski merasa nyaman,  kita semua harus waspada.  Konsolidasi seluruh partai,  ini masih ada waktu hingga jelang Pilpres dan Pileg.  Kita percaya diri boleh tapi juga perlu waspada,” kata Prakosa. (sol)