Pemilu di Indonesia Paling Kompleks se Dunia

135
Ketua Bawaslu RI,  Abhan Misbah (dua dari kiri),  sebagai salah satu nara sumber dalam Sosialisasi UU No 7 tahun 2017 di Kota Semarang, Sabtu (16/12/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Ketua Bawaslu RI, Abhan Misbah mengakui, pemilihan umum di Indonesia menjadi pesta demokrasi yang paling kompleks se dunia.

Di seluruh negara di dunia, hanya di Indonesia yang saat pemilu serentak 2019 nanti, aka nada lima kotak suara.

“Ini sangat kompleks. Luar biasa. Karena kita akan sekaligus memilih DP, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/Kota, Anggota DPD, serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden,” kata Misbah, pada acara Sosialisasi Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Sabtu (16/12/2017).

Dikatakan, demikian besar pesta demokrasi ini, maka seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaraannya butuh persiapan yang matang. Apalagi pesta demokrasi ini juga beririsan dengan tahapan Pemilu Pilkada tahun 2018.

Baca Juga :  Ini Kisah Perjuangan Guru untuk Anak-anak nya di SLB Mutiara Bangsa

“Tugas dan wewenang pengawas sangat komplek saat ini,  dari hulu ke hilir,” tegas Abhan Misbah,  yang juga pernah menjadi Ketua Bawaslu Jateng tersebut.

Tugas dan wewenang pengawas yang sangat komplek itu dimulai dari pencegahan, pengawasan, penindakan, dan kewenangan sebagai kuasa adjudikasi.

“Untuk itu jangan sampai kewenangan lebih itu menjadikan pengawas abuse of power dan cenderung disalahgunakan, jangan sampai overlapping,”tambahnya.

Untuk itu perlu partisipasi masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan mengontrol kinerja penyelenggara pemilu selain membantu dalam pengawasannya.

“Tantangan berat yang telah menanti kami sebagai pengawas pemilu, di tahun ini ,setidaknya terdapat empat tahapan pemilihan yang harus diawasi, baik Pemilihan Bupati/Wali Kota dan Pemilihan Gubernur 2018, serta pemilu legislatif dan pemilu presiden serentak 2019,” katanya.

Baca Juga :  1.308 Pelajar SMA Ikuti UNKP

Mengingat tantangan besar pemilu mendatang,  untuk itu Bawaslu melakukan terobosan di bimbingan teknis (Bimtek) pengawas TPS. Kualitas jajaran pengawas paling bawah ini yang kami tingkatkan.

“Katakanlah kemarin Bimtek kurang, saat ini kami perlukan Bimtek intens. Ujung pangkalnya di level paling bawah, problem di TPS. Pengawas TPS harus ditingkatkan, tidak sekadar Bimtek, tapi ada misalnya tutorial dari yang akan kami buat,” tambah Abhan. (ran)