Pemimpin Harus Berani Tidak Populer

124
Rapat Kerja Pengendalian Pembangunan, Rabu (18/04/2018), di Borobudur Hall Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes menghadiri Rapat Kerja Pengendalian Pembangunan, Rabu (18/04/2018), di Borobudur Hall Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta. Hadir sebagai keynote speaker Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Ignasius Jonan.

Jonan menjelaskan beberapa hal terkait pentingnya sikap pemimpin hingga membawa keberhasilan sebuah lembaga. “Kepemimpinan adalah tanggung jawab,” ujarnya.

Artinya, pemimpin tidak perlu mencari popularitas dalam menyusun kebijakan-kebijakan. Yang terpenting dari seorang pemimpin adalah berani mengambil langkah yang memang harus dilakukan meski tidak populer.

“Seperti saya ini tidak pernah mencari popularitas. Saya juga tidak mau nyalon presiden,” kata Jonan disambut tawa peserta rapat.

Baca Juga :  Peroleh Izin Megawati, PDIP Purworejo Datangkan Mustofa

Menurut dia, gaya kepemimpinan yang baik adalah gaya kepemimpinan yang praktis mudah untuk diikuti. Sedangkan gaya kepemimpinan yang kompleks dan cenderung susah diikuti tidak efektif guna mencapai keberhasilan suatu lembaga.

Seharusnya status pendidikan seseorang tidak menjadi satu-satunya acuan pemberian wewenang,  yang harus dijadikan indikator seorang pemimpin adalah kinerja dari orang tersebut.

“Pengalaman saya di birokrasi itu, orang kalau mau naik pangkat berdasarkan sekolah. Betul ya? Harusnya naik pangkat itu berdasarkan prestasi. Kalau berdasarkan sekolah, ya semua sekolah terus, nggak ada yang kerja nanti,” kata dia.

Sri Muslimatun mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman telah memulai kinerja triwulan pertama 2018 ini dengan cukup baik. Dia berharap program-program pemerintah bisa segera dimulai sehingga tidak menumpuk di semester empat.

Baca Juga :  Potensi Zakat PNS Kulonprogo Rp 15 Miliar Setahun

“Kita akan memperbaiki sistem di pemerintahan. Harapan kami tahun depan, laporan ke BPK itu bisa selesai awal Februari,” lanjut Sri Muslimatun. (sol)