Pemkab Dirikan 13 Posko Pengungsian

187
Masyarakat Kulonprogo menyerahkan bantuan di Posko pengungsian, Jumat (01/12/2017). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Terkait bencana banjir dan tanah longsor, BPBD Kulonprogo bersama Dinas Sosial serta pihak terkait telah mendirikan pos koordinasi di 13 titik lokasi pengungsian. Yakni, tiga titik di Galur, empat titik di Panjatan, dua titik Girimulyo, dan sisanya di Kalibawang.

Kasi kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Suhardiana, kepada wartawan, (Jumat 1/12/2017) mengungkapkan pihaknya saat ini terus melakukan pemantauan di lapangan baik mengenai kondisi kejadian bencana maupun kondisi para pengungsi itu sendiri. Diakui banjir sudah menyurut, namun hujan masih tetap berpotensi turun sehingga petugas tetap disiagakan di lapangan.

Jumlah titik bencana paling banyak terjadi hingga 30 November berupa tanah longsor di 22 titik dan pohon tumbang di 13 titik. Selain itu juga ada kejadian tanggul jebol, rumah roboh, serta pergeseran ataupun retakan tanah. Banjir setidaknya hanya terjadi di beberapa titik di tiga kecamatan saja namun jumlah warga terdampaknya paling banyak.

Baca Juga :  Suharsono Tak Terima Uang Proyek Satu Sen Sekalipun

BPBD Kulonprogo mencatat ada 1285 jiwa . Sedikitnya 87 jiwa diungsikan karena bencana tanah longsor, lainnya karena terdampak banjir.

“Saat ini mereka masih bertahan di pengungsian karena rumahnya terendam banjir, tertimpa material longsoran, maupun berada di kawasan potensi longsor,” kata Suhardiana.

Sementara kelompok masyarakat masih terus berusaha membantu nereka yang terjeba musibah ini. Baik dari kantong sendiri maupun mengumpulkan dari donatur kainnya.

Sejumlah pemuda penggemar dan penyeduh kopi di Kulonprogo yang menamai diri mereka dengan Binangun Coffee Society (Bico) menggelar udaha penggalangan dana bagi korban bencana di Kulonprogo, Jumat (01/12/2017) di Terminal Wates.

Mereka menggalang dana dengan cara membagikan ratusan cangkir kopi yang mereka seduh kemudian dibagikan kepada pengguna jalan yang berhenti di lampu merah. Disaat itu lah sejumlah pengendara kemudian memasukkan uang seikhlasnya ke dalam kotak yang sudah disediakan. Sejumlah mahasiswa juga melakukan hal penggalangan dana di lampu merah Karangnongko Wates.(yve)

Baca Juga :  Sleman Terapkan Integrasi “e-Planning”