Pemkab Lamban Merespon Kesiapan Operasi Pasar

159
Seorang petani di Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen sedang menyiangi rumput liar di persawahannya, Senin (08/01/2018). (Nanang W Hartono/koranbernas.id) 

KORANBERNAS.ID–Pemkab Kebumen dinilai lamban merespon kesiapan Badan Usaha Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional  (Sub Divre) Kedu untuk menyelenggarakan  operasi pasar beras.

Kesiapan Bulog Sub Divre Kedu,sebenarnya  sudah disampaikan kepada Bupati Kebumen, pekan pertama Desember 2017.   Ketika itu harga beras medium masih Rp 8.000 per kg.

Surat tertanggal 4 Desember 2017 yang ditandatangani Kepala Sub Divre Kedu Sony  Supriyadi, antara lain memberi informasi, ada cadangan beras pemerintah yang dikelola oleh Bulog, bisa digunakan untuk operasi pasar beras.

Operasi pasar diperlukan untuk stabilitasi  harga beras. Tidak disebutkan volume cadangan beras pemerintah yang bisa digunakan untuk operasi pasar di Kabupaten Kebumen, dan harga beras medium dalam operasi pasar itu.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Kebumen Hj Wahyu Siswati, SE, MSi yang dikonfirmasi koranbernas.id, Senin (08/01/2018) membenarkan adanya surat tersebut.

Bidang Perdagangan pada Dinas  Perindustrian dan Perdagangan Kebumen sedang mengkaji, perlu tidaknya ada operasi pasar beras dengan menggunakan  beras cadangan pemerintah.

Ada beberapa kondisi tertentu, operasi pasar beras bisa diselenggarakan. Seperti ada kenaikan harga beras medium yang tidak terkendali, kenaikan tidak terjadi  sesaat, serta terjadi merata/ masif di seluruh kabupaten.

“Hal itu sekarang sedang dikaji Bidang Perdaganan. Kenaikan harga beras terjadi, karena hukum pasar, beras berkurang, karena cuaca atau panen sudah lama,  permintaan naik,“ kata Wahyu Siswanti.

Beberapa petani padi di Kebumen mengaku, sebagian besar gabah hasil panen   musim tanam yang lalu sudah dijual kepada pedagang beras. Cadangan yang ada di rumah, hanya cukup untuk dikonsumsi  keluarga hingga musim  panen padi mendatang.

“Terakhir saya jual gabah siap giling, awal Desember tahun lalu. Harganya Rp 5.600 perkilo,”kata Achmad Badari, petani pemilik lahan sawah di sela menyiangi sawah, Senin (08/01/2018).

Ia menanam padi varitas Ciherang.  Umur tanaman padi sekarang rata – rata baru  sebulan. Perlu waktu 3 bulan lagi, tanaman padi petani di Kebumen memasuki masa panen. (SM)