Pemkab Purbalingga Beli Buku Karya Penulis Lokal

175
Peserta launching dan bazar buku karya guru di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, berfoto bersama (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Untuk mendorong perkembangan dunia literasi dan apresiasi terhadap penulis lokal, Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM menginstrusikan untuk mengalokasikan anggaran belanja buku karya penulis lokal.

Hal itu disampaikan pada Launching dan Bazar Buku Karya Guru Kabupaten Purbalingga 2018 di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Senin (01/10/2018).

“Dalam rangka mendorong perkembangan literasi di Purbalingga, saya minta Dinarspus (Dinas Arsip dan Perpustakaan Purbalingga) tahun 2019 atau Perubahan APBD 2019 menganggarkan pembelian buku hasil karya penulis lokal,” katanya.

Selain Dinarspus, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diminta belanja buku karya guru yang dilaunching kali ini.

Plt Bupati Tiwi juga memborong sebanyak 125 judul buku untuk disumbangkan ke Pojok Baca Kantor Sekretariat Daerah (Setda).

“Saya juga ingin agar setiap kantor OPD, masing masing ada pojok buku. Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi ASN atau masyarakat yang berkunjung,” ujarnya.

Ikut hadir juga dalam launching itu, Ketua Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah, Widadi, didampingi Sekum yang juga Rektor Upgris, Dr Muhdi.

Tiwi menuturkan, berdasarkan data statistik UNESCO terkait literasi, indeks minat baca di Indonesi rendah. Dari 1.000 orang hanya 1 yang memiliki minat baca.

Baca Juga :  UGM Sambut Baik Program Beasiswa Kedokteran Pemkab Purbalingga

Ini menjadi PR bersama. Sedangkan dari hasil survai United Nation Development Program (UNDP), ada dua penyebab lemahnya literasi di Indonesia.

“Pertama, karena belum adanya kebiasaan membaca dan menulis yang ditanamkan sejak dini. Kedua, masih kurangnya produksi buku,” ungkapnya.

Dia mengapresiasi kegiatan launching buku karya guru dan berharap dengan karya-karya tersebut mampu berkontribusi meningkatkan angka literasi di Indonesia khususnya di Purbalingga.

Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga, Drs Subeno SE MSi, menyampaikan makna dan tujuan yang sebenarnya dari literasi adalah menghindari gagal paham dan mencari solusi masalah.

“Jadi orang yang tergolong literated, berarti dia tidak gagal paham dalam pengertian baik dalam menulis, membaca aspek numeric, politik, ekonomi, sosial budaya dan aspek apapun. Orang yang literated itu adaptable dengan lingkungan apapun,” ujarnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Launching dan Bazar Buku Karya Guru yang juga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Purbalingga, Sardjono SPd MSi, menyampaikan launching kali ini terdiri sebanyak 125 judul buku karya dari 99 penulis.

Baca Juga :  LBH Sembada Beri Bantuan Hukum Gratis

“83 penulis dari Guru di Purbalingga, 13 orang guru dari luar Purbalingga dan 3 orang penulis dari non- guru yakni dokter , unsur pemuda, pelajar SD,” katanya.

Lanching dan Bazar Buku Karya Guru yang diselenggarakan atas kerja sama PGRI dengan Dindikbud Purbalingga ini memiliki beberapa tujuan.

Di antaranya ingin mengenalkan guru penulis di Kabupaten Purbalingga dan karya karyanya, serta memberikan apresiasi dan ruang bagi guru penulis mengglar karya karya kreatifnya.

Ada beraneka macam kategori buku yang dihasilkan. Mayoritas karya merupakan memoar, karena guru-guru memiliki kencenderungan ingin mengungkapkan kisah hidupnya ketika menjadi guru dengan segala seluk beluknya.

“Ada juga karya sastra puisi dan cerpen dengan bahasa Jawa Banyumasan, sains, sains yang dipadukan religi, hasil penelitian, manajemen dan cerita rakyat,” ungkapnya.

Kualitasnya pun bermacam macam. “Tapi jangan dulu melihat kualitas. Kami melihat teman-teman guru yang sudah bisa membuat buku dengan wujud yang seperti ini adalah sebuah prestasi sangat mengejutkan,” ujarnya. (sol)