Pemkab Sleman Operasi Sepeda Butut

78

KORANBERNAS.ID — Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-73, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyiapkan rangkaian kegiatan bakti sosial dan perlombaan. Salah satu programnya adalah operasi sepeda butut bagi siswa tak mampu yang duduk di bangku SD dan SMP.

“Ada 17 sepeda baru yang kami siapkan untuk diberikan pada siswa yang sekolah masih naik sepeda rusak dan tidak layak pakai. Dan sekarang kita sedang melakukan pendataan,” kata Arif Haryono SH, Asekda Bidang Administrasi Umum Sleman yang juga Ketua Umum Panitia HUT RI Kabupaten Sleman, Selasa (07/08/2018).

Menurut Arif dengan diberikannya sepeda baru diharapkan siswa yang masih duduk di bangku sekolah SD dan SMP bisa lebih lancar berangkat sekolah.

Baca Juga :  Selamatkan Pemuda dari Pengaruh Narkoba

Panitia melakukan pendataan secara spontan, datang ke sekolah untuk melihat langsung kondisi sepeda siswa. “Kami sudah menyiapkan 17 sepeda yang dibagikan saat acara resepsi Hari kemerdekaan nanti,” tambah  Arif.

Untuk bedah rumah, lanjut Arif , ditargetkan menyasar 8 hunian milik keluarga pahlawan. “Kami sedang mendata ada tidak rumah keluarga pahlawan yang rumahnya tidak layak huni dan butuh direnovasi,” jelasnya.

Bedah rumah dijadwalkan 10 Agustus. Perkiraaannya akan selesai dalam waktu dua pekan. Per rumah dianggarkan biaya perbaikan sekitar Rp 15 juta.

Dipilihnya keluarga pahlawan sebagai sasaran program bedah rumah merupakan salah satu bentuk penghargaan atas jasa mereka terhadap negara.

Rangkaian kegiatan lainnya berupa donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, perpanjangan SIM dan pemberian kacamata.

Baca Juga :  Mahasiswa FKIP Terjun ke Sekolah

Pada Kamis (09/08/2018) digelar ramah tamah bersama veteran dengan tema acara Memotivasi Generasi Muda Mengisi Kemerdekaan.

Kegiatan perlombaan dijadwalkan 15 Agustus di Lapangan Pemda, antara lain gobak sodor, bakiak, egrang dan tarik tambang.

“Banyak nilai luhur dari olahraga tradisional yang bisa diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya tarik tambang yang mengandung makna kerja sama dan kegigihan,” tutur Arif.

Lomba lainnya adalah adalah kearsipan, macapat, band, poster sekolah ramah anak dan kampung KB. (sol)