Pemkab Sleman Prihatin dengan Problema Apartemen

126
Bupati Sleman, secara simbolis menyerahkan SK Pengesahan Akta PPPSRS Apartemen Sejahtera di Aula lantai III Kantor Setda Kabupaten Sleman, Rabu (24/01/2018). (Bid Jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Fenomena permasalahan yang terjadi antara pengembang dengan pemilik-penghuni rumah susun berupa apartemen yang berkembang dewasa ini  menjadikan keprihatinan tersendiri bagi pemerintah.

Mengantisipasi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) melakukan sosialisasi Pengesahan Akta Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) di Aula lantai III Kantor Setda Kabupaten Sleman, Rabu (24/01/2018).

Kepala DPUPKP Sleman, Sapto Winarno mengatakan bahwa PPPSRS telah diatur dalam Peraturan Bupati Sleman nomor 46 tahun 2015. Pengelolaan rumah susun yang sesuai dengan Perbup tersebut menurutnya untuk menjamin rumah susun dan penghuni dalam kondisi yang sehat, aman, harmonis serta layak.

Baca Juga :  Buka Rekening di Bank Ini Bonus Nonton Konser Tulus

Menurutnya, berdasar data perizinan yang ada, saat ini terdapat 15 apartemen yang telah dibangun di wilayah Kabupaten Sleman. Salah satu akta pembentukan PPPSRS telah disahkan, yaitu Akta Pembentukan PPPSRS Apartemen Sejahtera yang dikembangkan PT. Metropark Griya Sejahtera Development di Padukuhan Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman. Pengesahan ini berdasarkan Keputusan Bupati Sleman Nomor 135.2/Kep.KDH/A/2017 tanggal 2 Desember 2017 tentang Pendelegasian Kewenangan Penandatanganan Pengesahan Akta Pembentukan PPPSRS Kepada Kepala DPUPKP.

”Pengesahan ini baru pertama kalinya dan diharapkan agar apartemen atau rumah susun lainnya dapat mengikuti untuk segera dibentuk PPPSRS,” kata Sapto.

Bupati Sleman, H Sri Purnomo saat penyerahan akta pembentukan PPPSRS menyampaikan bahwa warga penghuni maupun pemilik rumah susun atau apartemen agar memiliki rasa handarbeni.

Baca Juga :  Ini Dia Sejarah Cupu Kiai Panjolo

“Jika memiliki rasa handarbeni maka akan tahu apa kebutuhan di situ. Secara fisik ada kekurangan atau kerusakan apa, sedini mungkin bisa terdeteksi dan langsung dieksekusi,”kata Sri Purnomo.

Selain itu Sri Purnomo juga berharap dengan pembentukan PPPSRS ini dapat mengantisipasi dan menyelesaikan masalah sosial yang timbul di lingkungan apartemen atau rumah susun.

”Dalam kehidupan bermasyarakat, permasalahan sosial biasa timbul. Ketika timbul sudah ada pengurus untuk menyelesaikan masalah sehingga bisa segera diselesaikan,” tambahnya.(SM)