Pemkab Sleman Susun Langkah Antisipasi Kelangkaan Elpiji

201
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi menjelaskan tentang antisipasi kelangkaan gas melon di Sleman, Rabu (13/09/2017).

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bekerja sama dengan Pertamina dan Hiswana Migas DIY akan melakukan penambahan fakultatif LPG subsidi 3 kg pada bulan September 2017 ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi, mengatakan langkah tersebut disusun untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji 3 kilogram.

“Kuota LPG reguler pada September nanti sebanyak 920.560 tabung, tambahan fakultatif  5,8 persen  atau sebanyak 54.160 tabung,” kata Tri Endah di Pemkab Sleman, Rabu (13/09/2017).

Pemkab Sleman pada minggu ke empat bulan Agustus 2017 sudah menambah stok LPG subsidi 3 kg sebanyak 5,45 persen atau 52.880 tabung  dari total kuota sebanyak 954.640 tabung. Dengan jumlah tersebut sudah diprediksi ketersediaan LPG subsidi 3 kg untuk bulan September  cukup karena ada kemungkinan terdapat sisa dari stok Agustus.

Baca Juga :  Inovasi Sunmor Sembada Sleman Siap Ditiru

Harga dari pangkalan  sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) saat ini  Rp 15.500. Sedangkan harga dari pengecer ke konsumen berkisar antara Rp 19.000-21.000.

Tri Endah mengimbau para pengecer menjual gas LPG jangan terlalu jauh dengan harga HET di pangkalan. “Tata niaga penjualan gas LPG ini dari Pertamina, Hiswana, Agen dan pangkalan. Jadi untuk tingkat pengecer tidak ada, namun di lapangan justru banyak konsumen beli LPG dari pengecer,” kata Tri Endah.

Sebenarnya, kemampuan masyarakat membeli gas nonsubsidi sudah tinggi. Masyarakat perlu diedukasi supaya mau beralih ke LPG nonsubsidi.
Selama ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan menjalin kerja sama dengan satgas pemantau sehingga pemotretan di lapangan jelas dan jika terjadi kelangkaan gas bisa diketahui penyebabnya.

Apabila di lapangan ditemukan pelanggaran maka Pertamina berhak menegur agen dan agen berhak menegur pangkalan.

Baca Juga :  MAN 1 Sleman Dampingi Siswa Hingga Detik Terakhir

“Untuk sanksi pelanggaran ini Pertamina bisa melakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU). Jumlah pangkalan di Sleman saat ini mencapai lebih dari 1.600,” tutur Tri Endah.

Ketua DPC Hiswana Migas DIY, Drs H Siswanto mengatakan kekurangan pasokan LPG ini fakultatif menjelang hari raya Lebaran dan awal September menjelang Idul Adha. Untuk mengatasinya, pasokan ditambah 54.160 tabung sehingga tidak perlu dilakukan operasi pasar.

Koordinator LPG wilayah Sleman, Yos Widihapsoro,   mengimbau pelaku usaha agar menggunakan gas nonsubsidi bright berukuran 5 Kg dan 10 Kg.
“LPG subsidi 3 kg kan untuk masyarakat tidak mampu, kami harap para pelaku usaha untuk menggunakan bright gas 5 kg atau 10 kg,” tambahnya. (bid jalasutra)