Pemkab Terus Kembangkan Forum Pengurangan Resiko Bencana

327
Relawan sedang menyelamatkan warga yang terluka dalam gladi lapang pengurangan resiko bencana di Lapangan Desa Merdikorejo Tempel, Senin (30/10/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Dalam rangka pengurangan resiko bencana, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sleman bersama BPBD DIY melakukan pembentukan dan pengembangan Forum Pengurangan Resiko Bencana dengan melakukan gladi penanggulangan bencana di lapangan Desa Merdikorejo, Tempel, Sleman, Senin (30/10/2017).

Gladi tersebut diikuti oleh 200 peserta dari 17 padukuhan yang ada di Desa Merdikorejo.

Dipilihnya Desa Merdikorejo untuk dibentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana, karena merupakan salah satu desa di Kecamatan Tempel yang rawan terhadap ancaman erupsi Gunung Merapi, dengan jarak kurang lebih 13 km. Desa ini memiliki barak pengungsian yang dapat menampung kurang lebih 400 warga.

Sekretaris BPBD DIY, Heru Suroso SH mengatakan berdasarkan pemetaan yang telah dilaksanakan pada tahun 2012, terdapat 12 potensi ancaman bencana di DIY. Dari 438 desa yang ada, 301 desa merupakan desa rawan bencana yang diantaranya terdapat di Kabupaten Sleman.

Menurutnya kegiatan gladi ini sangat penting karena menguhi perencanaan kontinjensi/protap yang telah disusun.

“Sebaik apapun protap yang telah ditetapkan tetapi jika belum pernah dilakukan simulasi maka perencanaan tersebut akan kurang maksimal,” jelasnya.

 

Heru berharap dengan kegiatan ini akan meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menanggulangi bencana. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi bencana telah siaga dengan mengerahkan segala potensi di lingkungan setempat.

“Masyarakat adalah penerima dampak langsung dari bencana sekaligus pelaku. Oleh karena itu masyarakat perlu membuat diri mereka jadi tangguh terhadap dampak bencana sehingga resiko korban jiwa, kerugian harta, dan lainnya bisa diperkecil dan dihindari,” tambah Heru.

Sementara  Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang hadir dan mengukuhkan forum ini, mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang dalam menghadapi bencana.

“Cara pandang dalam menghadapi bencana harus bersama-sama dan secara bertahap kita ubah dari yang semula responsif menjadi preventif yaitu pengelolaan resiko bencana,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Sleman, katanya, mempunyai komitmen untuk terus membekali masyarakat dengan kemampuan mitigasi bencana. Sleman terus mendukung pembentukan Desa Tangguh Bencana.

Dari Tahun 2014 sampai dengan hari ini di Sleman sudah dikukuhkan sebanyak 36 Desa Tangguh Bencana. (SM)