Pemkab Yakin Pasar Tradisional Tetap Didatangi Warga. Asalkan….

181
Pasar Cokro Kembang di Desa Daleman Kecamatan Tulung. Pasar tersebut merupakan pasar tradisional yang harus tetap dijaga keberadaannya dan kelestariannya. (Masal Gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disdagkop UMKM) Kabupaten Klaten Sunardi, menekankan keberadaan pasar tradisional harus tetap dipertahankan. Meski sekarang ini pasar sebagai tempat kulakan pedagang bermotor (keliling) namun pengelola pasar diminta tetap menjaga kondisi pasar dan kelestariannya.

“Sekarang ini pasar sebagai tempat kulakan pedagang bermotor. Makanya pengelola dan pedagang harus bisa menjaga pelayanan baik kepada pembeli,” katanya, Senin (13/11/2017) siang.

Sunardi yang juga staf ahli Bupati Klaten mengakui saat ini pedagang bermotor tidak hanya keliling di perkotaan saja tapi juga sudah masuk desa dan perumahan warga.

Karenanya pengelola pasar harus bisa mengikuti aturan yang berkembang. Seperti misalnya bagaimana supaya pasar itu tetap bersih dengan tata kelola sampah yang baik dan benar, manajemen yang baik dan tidak terjadi kesalahan

Baca Juga :  Tower Air Senilai Rp 37 Juta di Delanggu  Mangkrak

Sementara itu Plt Kepala Bidang Pasar Disdagkop UMKM Bambang Budi Susilo menjelaskan pengelolaan pasar yang baik dan benar akan menjadikan pasar itu sering di datangi warga.

“Pedagang pasar harus tertib ukur dan tepat kelola. Dengan begitu pasar menjadi sehat dan timbangannya juga di cek,” terangnya dihadapan puluhan PNS pengelola pasar terdiri dari kepala unit pasar dan staf di aula Disdagkop UMKM Jalan Pemuda Klaten

Di Kabupaten Klaten saat ini terdapat 86 pasar terdiri dari 42 pasar desa dan 44 pasar milik pemda.

Pembinaan terhadap para pengelola pasar tersebut berlangsung dua hari sejak Senin (13/11/2017) dan Selasa (14/11/2017) menghadirkan narasumber Badan Pendidikan Kepegawaian Daerah (BPKD) dan Inspektorat. (SM)

Baca Juga :  Kelebihan Muatan, 15 Truk Galian C Ditilang