Pemprov Jateng Alokasikan Anggaran BOP SMA dan SMK

290

KORAN BERNAS.ID–Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran untuk membantu pendidikan siswa SMA dan SMK. Bantuan operasional pendidikan (BOP) tersebut nominalnya cukup besar, sebagai konsekuensi dari pengelolaan SMA dan SMK oleh pemerintah provinsi.

“Sebagai contoh di SMK 1 Klaten. Uang sekolah yang tadinya Rp 155 ribu per bulan menjadi Rp 65 ribu. Turunnya sampai Rp 95 ribu. Tujuannya untuk mengurangi beban yang ditanggung oleh orang tua,” kata Kepala SMK 1 Klaten, Budi Sasangka.

Budi menambahkan SMK 1 Klaten memiliki 1.663 siswa dengan total dana BOP 2018 yang dialokasikan Pemprov Jateng sebesar Rp 1,2 miliar atau Rp 765.000 per siswa per tahun. Namun jumlah itu masih dikurangi 195 siswa miskin yang benar-benar gratis.

Baca Juga :  Dinas Mengusulkan Penggabungan 27 SD

BOP tersebut ujar Budi Sasangka hanya boleh digunakan untuk operasional dan tidak untuk membayar honor. Sebagai contoh untuk membantu biaya kunjungan industri, ujian kompetensi kejuruan (UKK) dan lain sebagainya.

BOP dicairkan setiap triwulan setelah sekolah mengajukan RAB (Rencana Anggaran Biaya) kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Kepala SMA 1 Cawas Sahana S.Pd menjelaskan pada dasarnya besarnya BOP siswa SMA dan SMK sama yakni Rp 765.000 per tahun per siswa.

BOP dihitung sejak Januari 2018 dan akan dicairkan setelah sekolah mengajukan RAB. Hingga bulan Maret ini kata dia BOP belum ada yang cair.

Di SMA 1 Cawas ada 1.097 siswa dan semua siswa menerima BOP karena tujuannya yakni ubtuk mengurangi beban yang harus ditanggung orangtua.

Baca Juga :  Setelah Juni, Sampah Klaten Dibuang ke Mana?

“Dana itu untuk operasional sekolah dan bukan untuk menambah aset. Siswa miskin gratis,” jelas Sahana. (SM)