Pemprov Tindaklanjuti Hasil Rapid Test Kabupaten/Kota

18
Ilustrasi

KORANBERNAS.ID, BANDUNG–Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, sejak seminggu lalu telah mendistribusikan perangkat rapid test kepada pemerintah kabupaten/kota di seluruh Jabar. Dari hasil rapid test yang diselenggarakan, diperoleh data hingga 31 Maret 2016 pukul 16.00, sebanyak rapid test telah dilakukan kepada 10.597 orang dengan 9.995 orang negatif, dan sebanyak 409 positif.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jabar Berli Hamdani, dari 409 warga yang diketahui positif Corona berdasarkan hasil rapid test, akan dilakukan tes lanjutan dalam bentuk test swab dan VTM.

Hanya saja, karena ketersediaan perangkat test swab dan VTM yang masih terbatas, maka proses tes lanjutan masih akan menunggu ketersediaan peralatan.

Test swab-nya dilakukan di kabupaten/kota. Bisa di rumah sakit atau di labkes kabupaten/kota. Setelah ada hasilnya, akan langsung dikirim ke Labkesda Provinsi. Nanti, dari 409 positif Corona ini, baru bisa dilihat hasil akhirnya setelah dilakukan PCR oleh Labkesda Provinsi Jabar,” ungkapnya.

Dengan begitu, menurut Berli, Labkesda Provinsi Jabar masih menunggu kiriman sampel spesimen hasil rapid test dari kabupaten/kota untuk diperiksa kembali.

Karena ketersediaan perangkat untuk test swab yang masih terbatas, maka Labkesda Provinsi Jawa Barat harus berbagi dengan labkes kabupaten/kota. Petugas hanya memberikan test swab kepada pasien yang tepat sasaran.

Test swab hanya untuk pasien positif berdasarkan hasil test rapid, atau PDP. Untuk menambah persediaan perangkat test swab, dan VTM (Virus Transfer Media), saat ini kami mendapat bantuan dari Unpad dan RSHS, serta sedang meminta tambahan kepada Balitbangkes,” terangnya.

Untuk 409 warga yang dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test, menurut Berli, tentu akan dilakukan pelacakan riwayat kontak oleh tim screening dari bidang PDP (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan, di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Secara tupoksi, memang akan dilakukan pelacakan riwayat kontak oleh Bidang PDP yang bertugas melakukan penyelidikan epidemiologi. Mereka akan mencari riwayat kontak PDP secara berjenjang dari lingkungan yang paling dekat, yaitu keluarga. Kemudian lingkungan yang terhubung dengan mereka yang dinyatakan PDP,” ungkapnya.

Saat ini, salah satu garda depan dalam upaya pencegahan penyebaran Virus Corona adalah Labkesda Provinsi Jawa Barat, yang bertugas memeriksa spesimen akhir untuk menentukan positif tidaknya seorang PDP. Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel yang dikirim dari RS dan labkes kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. 

“Bahkan, Labkesda Jabar tetap berfungsi sebagai pusat rujukan spesimen sample pemeriksaan laboratorium bukan hanya untuk Jabar tapi se-Indonesia,” tegasnya.

Menurut Berli, upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan rapid test maupun tes swab akan terus dilakukan sampai dinyatakan oleh pemerintah bahwa penyebaran wabah COVID-19 ini berakhir.

Berli optimistis, COVID-19 bisa ditaklukkan meski tak mudah dan butuh waktu.  Sebagai bukti, lebih dari 175.000 pasien positif COVID-19 di dunia berhasil sembuh. Di Jabar, 11 pasien positif telah dinyatakan pulih.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada gugus tugas di tingkat nasional yang lintas sektoral, sehingga penanganan dan pencegahan penyebaran virus ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah provinsi, tapi melibatkan TNI dan Polri. Dengan demikian penanganan bisa lebih cepat, masyarakat lebih patuh dalam menjalankan anjuran pemerintah terkait social distancing dan membatasi aktivitas dengan tetap berdiam di rumah,” pungkasnya. (*)