Pemuda Gereja Ikut Amankan Sholat Ied

185

KORANBERNAS.ID–Sebanyak 29  pemuda dari Komisi Pemuda Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pengalusan, Purbalingga ikut mengamankan jalannya sholat Ied di tiga  Masjid di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,Purbalingga, Jumat (15/6/2018). Kurang lebih 2500 umat Islam yang melaksanakan sholat Ied di tiga masjid yang semuanya di tepi jalan raya cukup ramai menuju obyek wisata Lembah Asri Desa wisata Serang arah dari Kota Purbalingga ke Pemalang itu, nampak khidmat.

Pengamanan pun berjalan lancar sampai sholat Ied berakhir pukul 07.00 WIB.   Para pemuda Kristen itu sebelumnya berjaga-jaga di sekitar tiga masjid, sejak pukul 05.30 WIB.

Ketiga  masjid yang dijaga para pemuda Kristen itu, terdiri Masjid Al Hikmah, Faturrohman, dan Nurul Huda. Bahkan, Masjid Faturrohman letaknya bersebalahan dengan pepanthan (kelompok) Brobahan, GKJ Pengalusan.

GKJ Pengalusan sendiri berada di Dukuh Katel Klawu, Desa Pengalusan,Kecamatan Mrebet,Purbalingga, namun warganya banyak juga yang tinggal di Desa Serang, Kecamatan Karangreja.

Berdasarkan pantauan koranbernas.id, para pemuda Kristen dari GKJ Pengalusan dibagi tiga kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 8-10 orang. Mereka mengenakan rompi yang didominasi warna kuning, bertuliskan “Security” di dada kirinya.

Sejak pukul 05.45,mereka mengatur arus lalu-lintas yang melewati jalan raya alternatif jurusan  Purbalingga – Pemalang itu. Mereka juga membantu menyeberangkan orang-orang yang akan menunaikan sholat Ied,maupun sesudah menunaikan sholat Ied.

“Tadinya ada Banser juga yang ikut mengamankan. Namun dari para Banser juga hendak menunaikan sholat Ied, akhirnya untuk pengamaman diambi alih  semua oleh para pemuda dari GKJ Pengalusan. Puji Tuhan,semuanya berjalan aman dan lancar,” ujat Pdt Bagus Imam Cahyono, S.Th, pendeta dari GKJ Pengalusan.

Pdt Bagus Imam Cahyono mengatakan, pengamaman ketat terutama dilakukan di masjid Nurulhuda yang berada dekat tikungan tajam. Kendaraan yang dari arah utara maupun selatan diatur satu persatu, dan diminta jalan pelan-pelan.

“Sebab,di daerah itu sangat rawan kecelakaan sehingga pengamaman diperketat,”  ujar Pdt Bagus.

Sebagai catatan, sambung Pdt bagus Imam Cahyono, di  jembatan dekat tikungan tajam itu,   kurang lebih satu tahun lalu,tepatnya Jumat,  30 Juni 2017,  pernah terjadi kecelakaan.

Saat itu, truk bernopol R 1940 CC yang membawa 34 penumpang asal Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Pemalang, mengalami kecelakaan tunggal dan terguling ke sebuah sungai di bawah jembatan Desa Serang itu.

Kronologi kejadian,  truk yang membawa rombongan yang  hendak berwisata ke Kebumen itu berpapasan dengan kendaraan lain, dan harus berhenti pada jalan yang agak menanjak di sebuah jembatan di Desa Serang. Naas, truk tersebut mundur dan menabrak pembatas jembatan.

“Truk tersebut diduga tidak kuat menanjak, akibat penumpangnya yang banyak. Karena berada di jembatan, truk yang mundur tersebut menabrak pembatas jembatan dan tercebur ke sungai,” katanya.

Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.Berdasarkan catatan Satuan lalu-lintas Polres Purbalingga, tiga korban meninggal dunia adalah Sriyani (37), Tahwid (61) dan Tya Ramawati, (37),semuanya warga Desa Banyumudal,Kecamatan Moga,Pemalang.

“Agar idak terjadi hal-halyang tidak diinginkan lagi, maka pengamanan di dekat Masjid Nurul Huda yang juga dekat jembatan itu, kami perketat,”ujar Pdt Bagus Imam Cahyono.

Dikatakan juga, para pemuda GKJ Pengalusan yang ikut mengamankan sholat Ied di tiga masjid itu,juga diperbantukan di Posko lebaran di Desa Serang.

“Mereka dibagi piket, bergiliran. Selama ini, kami selalu hidup rukun dengan semua warga di sini, berdampingan, saling hormat menghormati, dan menjaga toleransi,”ujar Pdt  Bagus Imam Cahyono. (yve)