Pemuda Ini Dihukum 19 Tahun karena Membunuh Pacarnya Sendiri

338
Terpidana menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Wates Rabu (20/12/2017). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Seorang pemuda, Sunarto (22) warga Pedukuhan Balak Pendoworejo Kecamatan Girimulyo, dihukum penjara 19 tahun serta denda Rp 60 juta subsider 4 bulan penjara, karena membunuh pacarnya sendiri.

Vonis itu dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Wates dalam sidang Rabu (20/12/2017) dengan Majelis Hakim diketuai Edy Sameaputty.

Hakim menyatakan, Sunarto melakukan pembunuhan berencana terhadap kekasihnya sendiri, Rifka Annisa Rahmawati (20), warga Kasihan Bantul serta janin perempuan yang dikandung Rifka berumur tujuh bulan.

Sunarto terbukti melanggar Pasal 80 Ayat 3 juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Perlindungan Anak.

Pelaku nekat menghabisi nyawa Rifka Annisa Rahmawati dengan cara dicekik lehernya pada Jumat (24/3) silam. Rifka tak lain adalah pacar Sunarto yang sedang hamil 7 bulan.

Baca Juga :  Diguncang Gempa, Pergelaran Wayang Kulit Bubar

Seperti diberitakan,  Rifka Anisa Mahasiswi Amikom asal Selokambang Gatak Tamantirto Kasihan Bantul itu dicekik hingga meninggal. Jasad korban diketahui pertama kali oleh seorang warga Dusun Kamal Pendowoharjo, Sabtu akhir Maret lalu sekitar pukul 21:00.

Warga tersebut saat itu hendak mengecek rendaman bambu, terkejut mendapati sesosok mayat perempuan tanpa identitas tergeletak di parit.

Identitas Rifka terungkap dari sepeda motor miliknya matic AB 6549 EG yang ditemukan warga di wilayah Nanggulan, atau sejauh 3 kilometer dari TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Setelah mempelajari riwayat mahasiswi semester 4 itu, kecurigaan polisi mengarah pada pacar korban. Polisi kemudian mendatangi rumah Sunarto dan menangkapnya.

Ending dari balada cinta dengan Rifka, akhirnya Sunarto harus mendekam di penjara selama 19 tahun.

Baca Juga :  Sleman Luncurkan Gerakan Indonesia Membaca

Putusan hakim tersebut tampaknya tidak membuat pihak keluarga Rifka Annisa merasa lega. Usai sidang saat terdakwa hendak dibawa ke ruang tahanan, seorang keluarga korban sempat berupaya melayangkan bogem ke arah terdakwa.

Namun usaha itu dihalangi petugas yang mengamankan terpidana. Sidang tersebut dihadiri massa keluarga dan sahabat Rifka Anisa sekitar 60-an orang.

Salah seorang wanita saudara Rifka sempat histeris. “Aku pingin ngampleng Sunar pisan wae. Nek durung ngampleng aku durung arep mulih. (Aku mau memukul Sunar (terdakwa) satu kali saja. Kalau belum memukul aku belum mau pulang),” teriaknya di ruang sidang. (sol)