Penambangan Pasir Ilegal di Sungai Luk Ulo Terus Berlangsung

499
Perahu penambang pasir lalu lalang di sekitar jembatan yang dibangun di Sungai Luk Ulo. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID—Penambangan pasir illegal di Sungai Luk Ulo, Desa Ayam Putih Kecamatan Bulespesantren dan Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen terus berlangsung.

Senin (25/09/2017) puluhan penambang pasir, nampak beraktivitas. Sementara tidak jauh dari mereka, para pekerja juga sibuk membangun jembatan, yang nantinya akan menghubungkan Jalan Lintas Selatan Selatan (JLSS) dan Jalan Lintas Selatan (JLS).

Dari catatan koranbernas.id, aktivitas penambangan pasir di Sungai Luk Ulo di desa ini, memang sudah berlangsung sejak belasan tahun silam. Aktivitas mereka, belakangan justru semakin tidak terkendali, lantaran kegiatan terkait sumber daya mineral tidak lagi menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Kewenangan itu beralih ke pemerintah provinsi.

Dari pengamatan, lokasi penambangan pasir yang dilakukan warga, masuk dalam radius kurang dari 1 kilometer di bagian hilir jembatan Ayam Putih.  Padahal, penambangan yang diizinkan, semestinya paling dekat 1 km hilir jembatan. Sedangkan untuk di bagian hulu jembatan, radius yang diizinkan penambangan adalah sejauh 500 meter dari jembatan.

Baca Juga :  Suami-Istri Bertarung, Pilkades Kalijaya Meriah

Sejauh ini, kegiatan penambangan pasir dan pengerjaan jembatan berjalan beriringan. Para pekerja di proyek pembangunan jembatan, nampak tidak terganggu dengan aktivitas penambangan dan hilir mudiknya perahu penambang di sungai tersebut. Juga belum ada konfirmasi dari instansi terkait, apakah aktivitas penambangan pasir ini dianggap mengancam jembatan yang sedang dibangun ataukah tidak.(SM)