Penanganan Masih Minim, FK UAD Fokus Kebencanaan

203
Rektor UAD, Dr Kasiyarno MHum (tengah) dan jajaran Dekanat FK UAD menyampaikan paparannya terkait kebencanaan di kampus setempat, Rabu (18/04/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Belum banyak Fakultas Kedokteran yang memiliki kekhususan dalam mendidik mahasiswanya dalam penanganan bencana. Padahal Indonesia sebagai salah satu negara rawan bencana membutuhkan banyak tenaga medis dan paramedis untuk ikut berperan serta dalam penanganan bencana secara tepat.

“Contohnya pada gempa di bantul pada 2006 lalu. Banyak korban yang asal dibawa ke rumah sakit tanpa memperhatikan tulang belakang mereka. Akibatnya banyak korban yang cacat seumur hidup karena tulang belakang mereka rusak,” ungkap Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof Dr dr Rusdi Lamsudin SpS(K) MMed Sc di kampus setempat, Rabu (18/04/2018).

Karena itulah, FK UAD yang mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru pada tahun ajaran nanti mencoba fokus untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi penanggulangan bencana di Indonesia dan penanganan kebencanaan dunia. Menggandeng Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), tim fakultas tersebut sebelumnya mengembangkan kurikulum kedokteran berbasis penanganan bencana.

Baca Juga :  Psikologi UP45 Raih Akreditasi B

UAD mengklaim, kurikulum Pendidikan Kedokteran yang fokus pada kebencanaan merupakan satu-satunya di Indonesia dan dimiliki fakultas tersebut. Hal itu terbukti dari banyaknya Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang ingin menerapkan kurikulum yang sama di Fakultas Kedokteran mereka.

“Fakultas ini memang yang pertama di Indonesia yang fokus me-menej kebencanaan. Mahasiswa diajarkan tentang penanganan bencana sejak semester awal,” jelasnya.

Sementara Rektor UAD, Dr Kasiyarno MHum menjelaskan, proses pendirian FK sebenarnya sudah dimulai pada 2015 lalu. Namun moratorium pendirian program studi (prodi) S1 dari Kemenristekdikti membuat proses perijinan mereka jadi terhambat.

“Namun akhirnya setelah melalui proses visitasi dan lainnya, tahun ini kami bisa membuka fakultas kedokteran. PKU Muhammadiyah akan menjadi teaching hospital kami dalam mengembangkan ketrampilan mahasiswa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pendidik Kursus Harus Tersertifikasi

Kepala Program Studi (kaprodi) Pendidikan Kedokteran FK UAD, dr Junaidy Heriyanto Sp B Finacs menambahkan, untuk tahun ajaran baru nanti, mereka membuka satu kelas angkatan pertama yang terdiri dari 50 mahasiswa. Satu dosen bisa mengampu sekitar sepuluh mahasiswa dalam proses perkuliahan.

“Ada sekitar empat puluh dosen yang terdiri dari dokter dan profesi yang akan mengampu mahasiwsa,” imbuhnya.(yve)