Pencuri Kotak Infak Ternyata Pernah Dibantu Makan

124
Masjid Baiturrahim Jalan Sidokabul Yogyakarta yang menjadi sasaran pencuri. Pelaku tertangkap berkat rekaman CCTV. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Masih  ingat pepatah Jawa: Kaya ula marani gebug?  Rasanya ini tepat diberikan pada DA. Lelaki berusia 30 tahun asal Banten tersebut, Senin (06/08/2018), usai Subuh tertangkap mencuri lagi kotak infak di Masjid Baiturrahim Jalan Sidokabul Yogyakarta.

Padahal pada 4 Agustus dia sudah mencuri kotak infak dan berhasil membawa kabur uang karena peristiwa itu baru diketahui takmir masjid siang menjelang sore. Dari perbuatan jahatnya itu dia berhasil menggondol ratusan ribu rupiah.

“Berapa pasti uang yang dibawa kabur, dia menyebut berubah-ubah. Awalnya dia bilang Rp 700 ribu dan Rp 200 ribu. Tapi pada saat pemeriksaan polisi dia menyebut angka yang berbeda,” kata Angkasa Nur Maulana didampingi Eko Murwanto, Takmir Masjid Baiturrahim menjawab pertanyaan koranbernas.id, Senin (06/08/2018) sore, di masjid setempat.

Tertangkapnya pelaku DA tersebut berkat pantauan CCTV. Sejak kejadian pencurian pertama, pencuri berhasil diidentifikasi melalui rekaman. Takmir dan warga sepakat untuk ngindhik karena besar dugaan  pencuri akan kembali lagi.

Baru berselang dua hari ternyata dia benar-benar kembali untuk menggasak lagi uang infak. “Memang sudah dipancing dengan uang oleh Mas Eko,” kata Angkasa.

Baca Juga :  Petugas Siapkan Jalur Alternatif untuk Antisipasi Macet

Usai salat Subuh berjamaah dan jamaah meninggalkan masjid, suasana menjadi sepi. Saat itulah muncul DA. Pelaku tidak sadar segala gerak-geriknya sudah dipantau lewat monitor di kamar oleh Akis dan dua orang pekerja renovasi masjid.

Merasa situasi aman DA mulai beraksi membuka kotak dengan jalan merusak. Alat-alatnya dikeluarkan dari sakunya. Akis dan dua rekannya baru bertindak setelah Dwi berhasil merusak kotak infak, mengambil uang tapi belum sempat keluar dari masjid.

Pelaku yang sudah berharap segera bisa memanfaatkannya, terkesiap karena muncul para pemantau yang sembunyi di kamar. Kemudian berdatangan takmir dan jamaah. “Kami sudah bekerja sama mengatur strategi dengan Pak Ali, anggota Polri yang tinggal tak jauh dari masjid,” kata Eko.

Tak pelak lagi akhirnya DA harus menerima “hadiah” dari warga yang tak mampu menahan emosi, kemudian diarak dan diserahkan ke Polsek Umbulharjo untuk diproses secara hukum.

Baca Juga :  Berburu Kuliner Zaman Sunan Giri di Bantul

Senin siang, perkaranya langsung disidangkan di Pengadilan Negeri Yogyakarta. Atas kesalahannya, hakim menjatuhkan vonis dua bulan penjara pada pelaku.

Sejak Februari

Masjid Baiturrahim dipasang CCTV sejak Februari 2018. Dulu sebelum ada CCTV pernah kecurian kotak infak. DA mungkin tak pernah faham kerja CCTV. Ssebenarnya di masjid sudah dipasang peringatan adanya CCTV  Tapi  pria yang hidup menggelandang ini ternyata tidak peduli.

Menurut Angkasa, sejak bulan Januari DA sering menginap di masjid tersebut. Bahkan dia sering dibantu makan oleh takmir maupun jamaah masjid.

Mereka tidak pernah menduga kebaikan yang pernah diberikan ternyata dibalas dengan air tuba. Takmir masjid tersebut saat ini masih terus melakukan renovasi.

Selain perluasan lantaran tak mampu lagi menampung jamaah yang terus bertambah, juga fasilitas untuk kenyamanan jamaah dalam melaksanakan ibadah berupa AC.

Masjid dibedah ke selatan sehingga ada  plaza di sayap selatan yang sangat bermanfaat untuk mendukung berbagai kegiatan masjid. (sol)