Pendaftar SBMPTN Diperkirakan Tembus 42 Ribu

254
Konferensi Pers SBMPTN Panitia Lokal (Panlok) 46 Yogyakarta, Selasa (24/04/2018), di Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). (dwi suyono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Jumlah pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 untuk lima perguruan tinggi negeri (PTN) di Yogyakarta diperkirakan menembus angka 42.000 orang.

Ujian SBMPTN dilaksanakan dalam dua model yaitu Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) atau Paper Based Testing (PBT) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau Computer Based Testing (CBT).

Demikian terungkap dalam Konferensi Pers SBMPTN Panitia Lokal (Panlok) 46 Yogyakarta, Selasa (24/04/2018), di Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

“Pendaftar SBMPTN sampai hari Selasa (24/04/2018) pukul 08:00 sejumlah 32.643. Perinciannya, peserta UTBC 30.789, peserta UTBK 1.845,” ungkap Prof Dr Margana M Hum, Wakil Rektor I UNY.

Dia didampingi Wakil Rektor I UPN Dr Irhas Effendi MS, Kepala Admisi PMB UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr M Ridwan M Hum, Wakil Rektor I ISI Yogyakarta Prof Dr Wayan Dana serta Kepala Humas UGM Dr Iva Ariani M Hum.

Prof Margana menjelaskan, rincian pilihan kelompok tes untuk peserta UTBC yaitu saintek 13.008, soshum 15.528, campuran 2.262. Rincian kelompok tes peserta UTBK saintek 710, soshum 955 dan campuran 180.

Sebagai perbandingan, pendaftar SBMPTN 2017 sejumlah 39.305. “Dengan pertimbangan waktu pendaftaran tersisa tiga hari (sampai 27 April 2018), dari hasil simulasi jumlah pendaftar setiap hari, diprediksi jumlah pendaftar SBMPTN 2018 mencapai sekitar 42.000 peserta. Ada kenaikan dibanding tahun lalu,” kata dia.

Untuk antisipasi kenaikan jumlah pendaftar, Panlok 46 Yogyakarta menyiapkan 43.500 kursi. Selain itu, Panlok 46 juga terus berupaya mempersiapkan pelaksanaan SBMPTN 2018 agar dapat berjalan lancar dan sukses.

Baca Juga :  Trianingsih Ingin Ilmunya Bermanfaat

“Koordinasi di semua lini dan pencermatan pada setiap aspek atau  komponen terus dilakukan untuk mendukung kelancaran persiapan, pelaksanaan dan kegiatan lanjutan pasca-tes tulis SBMPTN,” tambahnya.

Panitia menyiapkan pendampingan dan pengawas khusus bagi peserta berkebutuhan khusus.

Menurut Prof Margana, SBMPTN tujuannya untuk mencari dan menjaring calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik serta memberi peluang bagi calon mahsiswa untuk memilih lebih dari satu PTN lintas wilayah.

Tiga prinsip

Panlok 46 tetap memegang tiga prinsip penyelenggaraan SBMPTN. Pertama, satu kali dan tidak diskriminatif. Artinya, tidak membedakan agama, suku, ras, jenis kelamin, umur, kedudukan sosial, kondisi fisik dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa, dengan tetap memperhatikan potensi dan prestasi akademik calon mahasiswa serta kekhususan program studi di perguruan tinggi yang bersangkutan.

Kedua, akuntabel. Yaitu, dilaksanakan sesuai prosedur dan kriteria yang jelas. Ketiga, transparan. Pelaksanaan penerimaan dilakukan secara terbuka dan hasilnya dapat diakses semua pihak secara mudah sesuai peraturan perundang-undangan.

“Setiap program studi jenjang sarjana pada PTN yang telah mendapatkan izin pembukaan program studi dari menteri atau pihak berwenang wajib melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui SBMPTN,” tandasnya.

Pelaksanaan SBMPTN 2018 dimulai dari pendaftaran  online UTBC dan UTBK pada 5 April sampai 27 April 2018. Pelaksanaan UTBC dan UTBK 8 Mei 2018. Ujian keterampilan untuk yang memilih prodi seni dan olahraga dilaksanakan 9 dan 11 Mei 2018. Sedangkan pengumuman hasil seleksi pada 3 Juli 2018.

Baca Juga :  Anak-anak Minta Endah Dibebaskan

Penyelenggara SBMPTN 2018 Panitia Lokal (Panlok) 46 Yogyakarta terdiri dari lima PTN yaitu UNY, UGM, UPN, UIN dan ISI. Tahun ini, koordinator Panlok 46 adalah Universitas Negeri Yogyakarta. Terkait dengan tempat atau ruang ujian serta pengawas, Panlok 46 melibatkan PT atau sekolah mitra.

“Untuk pelaksanaan UTBK, dengan pertimbangan kesiapan dan ketersediaan sarana prasarana, maka Panlok 46 Yogyakarta baru dapat menampung sejumlah 1.942 peserta ujian, dengan rincian UNY sejumlah 470, UGM 610, UIN 240, UPN 300 dan ISI sejumlah 25,” papar Prof Margana.

Daya tampung

Lebih lanjut dia menjelaskan, alokasi daya tampung SBMPTN untuk UNY terdapat 56 prodi S1 dengan total kuota sebanyak 4.690. Kuota SBMPTN 1.648 atau 35 persen.

UGM terdapat 67 prodi yang ditawarkan dengan total daya tampung 7.098, kuota SNMPTN 2.130, SBMPTN 2.842 dan SM 2.130.

UIN dari 41 prodi terdapat 17 prodi terdiri 10 saintek dan 7 sosial-hukum yang ditawarkan dengan total kuota SBMPTN 526 mahasiswa.

UPN terdapat 21 prodi yang ditawarkan dengan total kuota sebanyak 1.214 mahasiswa untuk SBMPTN atau 40 persen.

“Institut Seni Indonesia Yogyakarta dari 20 prodi terdapat 17 prodi yang ditawarkan dengan total kuota SBMPTN 414 mahasiswa atau 40 persen,” ujarnya. (sol)