Pengamanan Jangan Mencolok agar Wisatawan Tak Terusik

106
Focus Group Discussion (FGD) membahas Pengendalian Keamanan Lingkungan, Kamis (21/12/2017), di Aula lantai III Setda Kabupaten Sleman. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Pengendalian Keamanan Lingkungan, Kamis (21/12/2017), di Aula lantai III Setda Kabupaten Sleman.

Acara bertema Aktualisasi Penanganan Konflik Sosial di Kabupaten Sleman kali ini dihadiri Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Purwatno Widodo SH CCN.

Dia mengimbau semua pihak senantiasa menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Pengamanan harus ditingkatkan menjelang libur natal dan tahun baru.

Segala bentuk potensi yang dapat menimbulkan konflik harus diwaspadai dan diantisipasi. “Seperti aksi terosisme ini kan antara ada dan tiada ya. Beda dengan demo yang mudah ditebak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kekerasan Anak Tinggi, Sleman Percepat Predikat Layak Anak

Purwatno juga meminta pengamanan dilaksanakan secara tenang atau tidak terlalu mencolok. Pengamanan yang berlebihan dapat menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat.

Dengan pengamanan yang tenang maka wisatawan yang datang ke Jogja tidak terusik. “Pengamanannya tidak perlu diekspos ya. Juga tidak perlu pengamanan dengan pasukan berseragam lengkap. Yang  smooth saja,” jelasnya.

Plt Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman Drs Joko Supriyanto MSi mengatakan angka konflik sosial yang terjadi di Kabupaten Sleman mengalami penurunan dibanding 2016.

Sedangkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dan geliat ekonomi di Kabupaten Sleman menunjukkan peningkatan.

“Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Kesbangpol telah mengantisipasi perubahan sosial yang mengarah timbulnya potensi konflik melalui langkah-langkah kongkret, seperti seminar, sosialisasi, rapat kerja, FGD dan dialog,” kata Joko.

Baca Juga :  Tim Shell Eco-Marathon Jangan Seperti Generasi Stroberi

Dalam kegiatan  tersebut hadir empat narasumber yaitu Dr Pande Made Kutanegara dari Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, Ipda Dwi Daryanto SH dari Polres Sleman, Kapten Inf Suwardi dari Pasi Intel Kodim 0732 Sleman, dan Setiharno SIP Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional, Kesbangpol Sleman. (sol)